PT Jasa Marga Tidak Rugi, Ganjil-Genap Diterapkan

  • Whatsapp
GM PT Jasa Marga Tol Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman

KanalBekasi.com – PT Jasa Marga menilai, penerapan aturan ganjil-genap tidak mempengaruhi pendapatan, bahkan sampai gulung tikar. Justru, melalui regulasi yang sebentar lagi dilakukan, setidaknya mampu membatasi kendaraan sebanyak 8000 kendaraan, di ruas jalan tol Jakata-Cikampek (Japek). Penilaian itu disampaikan General Manajer PT Jasa Marga Raddy R Lukman di Bandar Jakarta, Summarecon Bekasi, Jumat (9/3).

“Maka mulai 12 Maret akan diberlakukan paket kebijakan untuk mengatasi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek,” kata Raddy, kepada wartawan.

Bacaan Lainnya

Menurut Raddy, 8000 kendaraan tersebut tidak hilang melainkan, banyak warga Kota Bekasi, memilih alternatif lain menggunakan transportasi umum.

“”Melalui BPTJ sudah di siapkan Bus TransJakarta dan ada jalur khusus di Tol untuk Bus, Harapannya banyak yang beralih ke Bus TransJakata,” katanya.

“Jadi ini hanya untuk kendaraan pribadi arah Jakarta, Keluar Jakarta tidak di berlakukan,” ujar Raddy

Pemberlakuan kebijakan ganjil-genap lanjut Raddy, sudah melaui kajian dan kordinasi dengan para stakeholder, antara lain Kepolisian, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2018, beberapa akses pintu tol yang akan dibatasi kendaraannya adalah Bekasi Barat, Bekasi Timur, Pondok Gede Barat dan Timur dan Tambun.

“Pintu tol Bekasi Barat – Bekasi Timur itu segmen terpadat, volume kendaraannya saat ini sampai 1,1. Kalau sudah begini, semua kendaraan stak di ruas jalan. Karena itulah aturan ini diterapkan di Pintu Tol Barat dan Timur terlebih dahulu. Nanti kita lihat bagaimana efektivitasnya, kalau bagus kita berlakukan juga di pintu tol lainnya,” tandas Raddy.

Pemberlakuan aturan pembatasan kendaraan akan terus diberlakukan hingga seluruh proyek infrastruktur pembangunan moda transportasi umum berbasis kereta cepat sudah beroperasi.(sgr)

Pos terkait