Beredar Spanduk Bertuliskan ‘Kemenangan Nomor 1 Kemenangan Umat Pancasilais’

  • Whatsapp
Spanduk terpasang didekat Tol Timur

KanalBekasi.com – Jelang rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat Kota Bekasi, Kamis (5/7) malam nanti, beredar spanduk bertuliskan ‘Kemenangan Paslon 1, Kemenangan Umat Pancasilais’.

Meskipun bukan tergolong spanduk provokatif namun, belum ada pihak menyatakan bertanggung jawab atas pemasangan spanduk disejumlah titik tersebut.

Muat Lebih

Melalui tulisan di spanduk tersebut, seolah mengisyaratkan bahwa pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto, merupakan figur yang tepat bagi masyarakatnya khususnya di Kota Bekasi, untuk tetap melanjutkan kepemimpinannya lima tahun kedepan.

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kota Bekasi, Adi Yunsyah mengemukakan bahwa Rahmat Effendi-Tri Adhianto, adalah warga negara Indonesia yang baik dan setia terhadap pancasila.

Ketegasannya, ketika menjabat sebagai Wali Kota Bekasi, membuktikan bahwa sosok kepala daerah ini, memiliki ideologi pancasila yang tidak diragukan melalui sikap tegasnya menolak adanya diskriminasi kepada salah satu suku maupun keyakinan warganya.

“Makna tulisan di spanduk tersebut sangat luar biasa sekali. Kita apresiasi sosok Rahmat Effendi pada saat menjadi Walikota Bekasi, mampu merangkul seluruh umat di Kota Bekasi, dengan perbedaan suku maupun agama, sehingga kondisi kerukunan di Kota Bekasi tetap terjaga. Dia tidak mengenal warga minoritas maupun mayoritas, semua mendaapat perlakuan sama oleh negara. Jadi pantas kalau beliau disebut seorang pancasilais,” kata dia, Kamis (5/7) siang tadi.

Adi mengutarakan, segelintir pihak yang selama ini memojokkan paslon 1, melalui gerakan politik kurang beradab sangat disayangkan. Bahkan isu yang sengaja dibuat berbau ujaran kebencian selama ini terbantahkan. Karena, nyaris seluruh alim ulama dan tokoh agama turut mendukung paslon 1.

Tidak terlihat kemunafikan dari paslon 1, ketika beradu pada kontestasi politik di Pilkada Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Keduanya sambung Adi, merupakan paslon yang berasal dari keluarga muslim, dan saat ini mereka dianggap mampu menerapkan kebijakan menurut nilai yang terkandung pada pancasila.

“Seperti itulah seorang pemimpin. Tidak membedakan warganya, dan mampu merangkul seluruh warganya,” ujarnya.(sgr)

Pos terkait