oleh

Intan : Tata Ruang Kota Bekasi Semrawut

KanalBekasi.com – Angota Komisi V DPR RI, Intan Fitriana mengkritisi semrawutnya tata ruang kota Bekasi. Menurutnya hal tersebut terlihat dari belum terwujudnya tata kelola sampah, titik kemacetan yang bertambah dan masih adanya kawasan banjir di kota Bekasi.

“Ketika Pemerintah kota Bekasi mengeluarkan izin pembangunan namun kemudian terjadi banjir misalnya, sudah dipastikan izin tersebut dikeluarkan tanpa berhitung analisa dan dampak lingkungan,” katanya di sela-sela agenda resesnya, di Bekasi, (8/8).

Lebih lanjut Intan juga menyebut kota Bekasi adalah kota yang terdampak akibat pesatnya pembangunan nasional, yakni (Double Double Track) DDT dan Light rapid transit (LRT). Program tersebut merupakan program Insfratruktur pemerintah dalam rangka mengatasi solusi kemacetan.

“Jadi perlu sinergi antara pemerintah pusat dan pemkot,” kata Intan

Pemerintah kota Bekasi, tambah Intan, juga perlu melakukan normalisasi beberapa sungai dan situ untuk mengantisipasi permasalahan banjir. Menurutnya persoalan banjir yang ada akibat tata kelola sungai dan saluran air yang kurang maksimal, selain warga yang harus di edukasi terkait pembuangan sampah dan limbah rumah tangga.

Selain Insfratruktur yang menjadi fokus intan adalah kemacetan di kota bekasi. Macet yang terjadi akibat dari kecilnya ruas jalan, tumbuhnya kawasan industri dan dampak proyek nasional.

“Di rapat komisi saya sudah paparkan soal keharusan pembangunan insfratruktur di beberapa ruas jalan di Kota Bekasi guna mengurai kemacetan,” Jelas Intan

Payung Hukum

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Transportasi kota Bekasi, Harun Al Rasyid menyatakan macetnya kota Bekasi merupakan efek dari pembangunan kereta api ringan atau LRT di Bekasi. Apalagi, juga ada pembangunan Double-Double Track (DDT), Jakarta-Cikampek Elevated, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, dan infrastruktur lainnya.

Karena itu, dirinya mendorong pemerintah kota harus segera menerbitkan atau merevisi payung hukum tentang penataan ruang. Pembangunan LRT sendiri diprediksi bakal mengurai kemacetan di Bekasi dan sekitarnya. Hal itu jika warga memilih menggunakan LRT ketimbang kendaraan pribadi.

“Kemungkinan kemacetan bisa terurai, karena warga banyak memilih LRT nantinya,” terang Harun.(sgr)

Komentar

News Feed