oleh

Banyak Lulusan SMK Menganggur, Ini Langkah Kemendikbud

KanalBekasi.com – Lulusannya dicap banyak yang menganggur, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merubah kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mendiknas Muhajjir Effendi akan membuat kebijakan dan kurikulum khusus agar siswa SMK memiliki daya saing dan produktif

”Pembelajaran kewirausahaan itu bukan sekadar mengajari teori-teori saja. Tetapi harus dicoba, dilakukan, dipraktikkan. Yang penting itu menciptakan iklim yang mendukung tumbuhnya jiwa kewirausahaan,” pesan Muhajjir, Rabu (28/11).

Ia mengatakan, modal utama seorang wirausahawan adalah keberanian mengambil risiko, cermat melihat dan menangkap peluang, serta kemampuan menghadirkan sesuatu yang berbeda.

“Kalau berhasil, tidak mudah puas. Dan kalau gagal, tidak kapok,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, menyampaikan tahun depan target siswa dan sekolah yang mendapatkan dukungan program SMK Pencetak Wirausaha akan ditambah. Jika tahun ini sekitar dua ribu SMK, tahun depan diharapkan dapat meningkat dua kali lipat. Sekolah ditantang mengirimkan proposal dukungan, bukan lagi ditunjuk oleh pusat.

“Kriteria utamanya adalah orisinal, unik, dan usefulness atau kegunaan,” ujarnya.

Menurut Hamid, kesesuaian antara bidang keahlian yang dipelajari di sekolah dengan usaha yang dijalankan tidak menjadi persoalan.

“Ukurannya itu omzet. Pokoknya omzetnya sudah bisa lima juta ke atas. Kita apresiasi. Ini ‘kan baru tahap awal, kita tetapkan lima juta. Tapi sudah ada yang omzetnya mencapai lima puluh sampai seratusan juta. Itu luar biasa untuk seusia mereka” katanya.

Hamid kemudian mencontohkan M. Fajrul Falah, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Pekalongan mampu meraih omzet sebesar 143 juta rupiah dalam 3 bulan. Usaha yang dijalaninya adalah jasa pengelolaan pernikahan (wedding service organizer). Selain jasa katering, Fajrul juga menyediakan jasa tata rias dan sewa baju pengantin. “Omzet paling banyak dari jasa kateringnya.

“Contoh Fahrul layak menjadi teladan bahwa siswa lulusan SMK juga punya daya saing dan produktif “ Tutupnya.(sgr)

Komentar

News Feed