oleh

Kecamatan Bekasi Timur Lakukan Gertak PSN

KanalBekasi.com – Memasuki musim hujan menyebabkan genangan air yang dapat mmengakibatkan tumbuh kembangnya jentik nyamuk. Melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), dilingkungan tempat tinggal merupakan upaya pencegahan paling efektif untuk meminimalisir terjadinya penyebaran sarang nyamuk.

Sekretaris Kecamatan Bekasi Timur, Fitri Widyati ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) diwilayah Bekasi Timur, terbilang lumayan tinggi setelah wilayah Bekasi Utara.

“Maka dari itu, kita punya cara tuk terus melakukan gertak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak dengan mengajak para warga. Setelah hari ini akan diteruskan disetiap hari sabtu wilayah Bekasi Timur di empat kelurahan,” ungkap Fitri Widyati , saat menghadiri Gerakan Serentak (Gertak) PSN di RS. Subki Abdul Kadir Bani Saleh Bekasi, pada Sabtu (16/02) lalu.

Baca Juga: Dinkes Kota Bekasi Antisipasi Tingginya Kasus Demam Berdarah

Lebih lanjut Fitri memaparkan, kasus DBD di Bekasi Timur merupakan peringkat ke dua setelah Bekasi Utara. Kejadian tersebut telah berlangsung sejak akhir tahun 2018 hingga awal 2019.

Karena itu, ia berharap seluruh warganya harus selalu rajin untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

“Apa lagi nyamuk aedes aegypti berkembangnya di tempat – tempat bersih .Kami mengajak masyarakat Bekasi Timur yang ada di empat Kelurahan, khsususnya para aparatur wilayah dan apara kader , Kepala KUA, Ketua Rt, Ketua Rw, dan para tokoh masyarakat harus terlibat dalam gerakan PSN. Pertemuan masyarakat di akhir pekan ini biasanya dapat semakin peka. Pihak Kecamatan Bekasi Timur berharap kasus DBD dapat berkurang,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Direktur RS. Subki Abdul Kadir Bani Saleh Bekasi dr. Liza Maulida menyampaikan, bahwa kasus DBD saat ini, pihaknya , turut mensukseskan program Pemerintah Kota Bekasi, yakni program pencegahan DBD mealui Gertak PSN.

“Kita semua tahu mencegah itu lebih baik dari pada mengobati , kalau sampai masuk RS dan di rawat, penyakit DBD itu bisa mengancam nyawa seseorang. Apa lagi pasien anak dan orang dewasa ini lebih rentan terserang. Kami berharap, penyakit DBD ini jangan sampai meningkat , dari aawal kita harus melakukan pencegahan,” kata dr.Liza Maulida.

Tercatat di RS.Bubki Abdul Kadir Bani Saleh Bekasi, diawal tahun 2019 sudah ada 3 sampai 5 pasien yang di rawat inap akibat teserang penyakit DBD tersebut namu tidak terlalu parah, dan pasien saat itu sudah pulang .

“Kali ini pencegahan DBD harus lebih serius tuk di gertakan, khususnya bagi masyarakatnya sendiri harus lebih waspada dan rajin membersihkan lingkungannya agar jentik nyamuk tidak bersarang,” katanya.(sgr)

Komentar

News Feed