Aktifitas di TPA Burangkeng Ditutup Warga

  • Whatsapp
TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi

KanalBekasi.com – Sekitar ratusan warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, meminta agar aktifitas pembuangan sampah di Tempat pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng dihentikan.
Alasan warga, karena selama ini tuntutan yang diajukan kepada Peerintah Kabupaten Bekasi, terkait pemberian dana konpensasi tak kunjung terealisasi.

“Warga menuntut, agar Pemkab memberikan perhatian. Keberadaan TPA memberikan efek besar terhadap kesehatan warga selama ini. Warga menuntut agar Pemkab memberikan dana kompensasi,” kata Umar, Ketua RW 03, Desa Burangkeng, Senin (4/3).

Muat Lebih

Baca Juga: Program 100 Hari, Pepen-Tri Dialog dengan Warga Bantargebang

Umar mengaku, bahwa aspirasi warga yang telah disampaikan kepada pemerintah setempat tidak mendapat respon baik. Karena itu, warga terpaksa menutup kegiatan pembuangan sampah diatas lahan seluas 11 hektar tersebut.

“Kami hanya meminta itu, adanya dana kompensasi, prasarana jalan di perhatikan, kesehatan warga dijamin. Tapi selama ini, semua itu tidak didengar,” kata Umar, warga sekitar.

Baca Juga: Soal Bantuan dan Kerjasama Lahan TPST Bantaragebang, Pepen Segera Temui Anies

Sebanyak 700 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal dilingkungan Rw 03, kerap mengeluh atas pencemaran bau sampah di TPA Burangkeng. Sebab, mereka merupakan warga yang terdampak langsung atas pencemaran bau sampah.

“Ya walaupun ibaratnya yang punya hidung disini sudah pada kebal, tapi kami disini manusia, bukan sampah,” cetus Umar.

Warga mengancam akan tetap melakukan aksi penutupan TPA ini, sampai pihak Pemkab Bekasi mau membuat perjanjian pemberian dana konpesasi kepada warganya.(sgr)

Pos terkait