Siswa Lakukan Pelanggaran Ketika UN, Pengawas dan Sekolah Ikut Disanksi

  • Whatsapp
Ilustrasi

KanalBekasi.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Itjen Kemendikbud mengingatkan kembali peraturan tentang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMP sederajat. Melalui akun twiternya @Itjen_kemendikbud ada tiga level pelanggaran, mulai ringan, sedang, hingga berat yang akan dikenakan ke siswa-siswi yang melanggar.

Untuk pelanggaran ringan, antara lain, meminjam alat tulis peserta, tidak membawa kartu ujian, dan menanyakan tentang teknis UNBK pada peserta lain. Jika ini dilakukan, peserta akan mendapat sanksi berupa peringatan lisan dari pengawas ruang.

Muat Lebih

Baca Juga: Sekolah Dilarang Pungut Bayaran Pinjam Pakai Sarpras UNBK

Pelanggaran sedang, seperti membuat kegaduhan dalam ruang ujian akan disanksi dengan pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan oleh ketua panitia tingkat satuan pendidikan.

Pelanggaran berat, seperti membawa sontekan ke ruang ujian, kerja sama dengan peserta ujian, menyontek atau menggunakan kunci jawaban, meminta orang lain mengikuti ujian mengatasnamakan peserta ujian, serta membawa alat komunikasi (HP), kamera, perangkat elektronik yang dapat merekam gambar dan/atau alat elektronik lainnya yang tidak sah ke dalam ruang ujian.

Khusus Pelanggaran Berat

Kemendikbud juga menyiapkan sanksi tidak hanya bagi siswa yang melanggar, bagi pengawas dan sekolah pun akan mendapatkan sanski. Seperti dijelaskan dalam postingan tersebut sanksi bagi pengawas antara lain dibebaskan dan dilarang mengawas sampai waktu tertentu. Bagi sekolah akan disanksi karena tidak menjalankan POS UN dengan baik.

akan dikenakan sanksi dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan mendapat nilai 0 (nol) untuk mata pelajaran bersangkutan oleh ketua panitia tingkat satuan pendidikan.

Kemendikbud juga meminta masyarakat melaporkan setiap kecurangan ke Pengaduan.itjen@kemendikbud@go.id atau 0811-9958-020.(sgr)

Pos terkait