132 Imigran Asing Pencari Suaka Ditampung di Hotel Kota Bekasi

  • Whatsapp
Ratusan imigran asing yang berasal dari lima negara tengah mencari suaka. Pemkot Bekasi akan menempatkan para imigran terlantar tersebut di Hotel Garuda, Jatisampurna, Kota Bekasi

KanalBekasi.com – Sebanyak 132 orang imigran asing berada di tempat penampungan. Warga negara asing yang kebanyakan orang dewasa, berasal dari lima negara yang tengah mencari suaka.

Para Imigran yang terlantar, berasal dari negara Afganistan sebanyak 114 orang, warga negara Sudan 3 orang, warga negara Somalia 9 orang, Ethiopia 4 orang, dan dari negara Pakistan sebanyak 2 orang. Saat ini mereka di tampung di Hotel Mustika, Jalan Garuda, Kelurahan Jatisampurna, Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi.

Muat Lebih

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Cecep Suherlan mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi terkait surat yang dilayangkan IOM kepada Pemkot Bekasi. Karena itu, ratusan imigran asing tersebut nantinya akan dipindahkan sesuai jadwal yang akan disepakati.

“Walikota Bekasi telah membuat surat keputusan terkait tempat penampungan imigran dan ini jangan mundur lagi karena kita sudah beberapa kali mengadakan rapat pertemuan,” ungkapnya, Jumat (3/5).

Baca Juga: Dua WNA Dicoret dari DPT Kota Bekasi

Sementara itu, Haris, selaku Nasional Program Officer IOM atau Internasional Organisasi Migrasi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat terkait wisma yang akan digunakan sebagai tempat pengungsi dari luar negeri.

“Kami adalah salah satu organisasi internasional dibawah naungan PBB yang berperan membantu Pemerintah menangani pengungsi,” ulasnya.

Sambung dia, dengan adanya Perpres terkait adanya pencari suaka yang terlantar di Kali Deres, untuk itu pihaknya berusaha mencari penampungan.

“Nanti ada sekitar 130 orang pengungsi yang sebelumnya sudah di tempatkan di rumah penampungan di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat dan kita juga telah mengadakan sosialisasi kepada para pengungsi bahwa mereka akan dipindahkan ketempat penampungan yang berdekatan dengan masyarakat terkait aturan yang berlaku di Indonesia,” katanya menambahkan.

Baca Juga: Selama Bulan Ramadhan, Dinkes Kota Bekasi Intensifkan Pengecekan Takjil

Ia menambahkan, bahwa saat ini para pengungsi tidak boleh bekerja karena selama ini mereka mendapat tunjangan dari IOM dan nantinya para pengungsi tersebut juga akan memiliki kartu UNHCR (Kartu Pengungsi), karena mereka bukan merupakan pelaku kriminal melainkan adalah korban perang.

Sementara itu, Rusnia, selaku Rudenim Jakarta Kali Deres, mengatakan bahwa setiap bulannya, pihaknya mengadakan pengawasan disini dan berkoordinasi dengan keamanan setempat.

Dan jika ada yang melanggar maka pengungsi akan mendapat hukuman sesuai dengan kesalahannya.

“Kita sudah mengajarkan beberapa hal kepada pengungsi untuk bersosialisasi,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Pondok Gede, Kompol Suwari, berharap para pengungsi tahu batasan-batasan yang ada di lokasi pengungsian.

“Untuk itu kami berharap dari para pengungsi dan aturan apa jika ada yang berbuat kesalahan,” pesannya.(gir)

Pos terkait