oleh

Banyak Beredar Izin Produk Olahan Makanan Salah di Retail Modern

KanalBekasi.com – Sejumlah izin kemasan produk olahan makanan yang salah ditemukan oleh UPTD POM Dinas Kesehatan Kota Bekasi, saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa tempat retail modern. Selain itu, petugas juga menemukan produk kemasan makanan kaleng yang telah rusak.

Kepala UPTD POM Dinkes Kota Bekasi, Ansori, mengatakan pihaknya menemukan adanya kesalahan ijin yang diberikan pada produk olahan makanan yakni kacang tanah. Dimana seharusnya izin produksi yang dikeluarkan berasal dari Kementerian Pertanian, tetapi izin yang tertera dalam kemasannya menggunakan Produk Izin Rumah Tangga (PIRT).

“Dari ke sembilan retail yang dikunjungi, kami mendapati disalah satu retail dimana produk kacang tanah yang mereka jual menggunakan izin PIRT, seharusnya dari Kementan,” terangnya, Kamis (23/5).

Baca Juga: Makanan Kaleng di Lotte Grosir Bekasi Ditemukan Rusak dan Tak Layak Jual

Terkait hal tersebut, pihaknya memberikan imbauan kepada pihak retail untuk memberikan masukan kepada suplier atau produsen kacang tanah tersebut untuk segera memperbaiki kekeliruan izin tersebut.

“Produk kacang tanahnya tidak bermasalah, yang salah hanya izinnya saja, jadi kami memberikan saran agar segera diperbaiki dan produk tersebut bukan berasal dari Kota Bekasi melainkan luar Kota Bekasi,” ulasnya menambahkan.

Sedangkan dikatakan Anshori, penyebab kerusakan kemasan makanan kaleng yang ditemukan itu lantaran terjatuh karena keteledoran konsumen ketika memilih produk kemasan kaleng.

“Mayoritas kerusakan produk pada kemasan kaleng yang kami temui dan produk tersebut diamankan oleh pihak manajemen untuk dilakukan retur barang,” pungkasnya.yang salah. Temuan ini didapat dari hasil kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan UPTD POM Dinas Kesehatan Kota Bekasi, di sejumlah retail modern.

Pada sidak tersebut, Ansori mengatakan, pihaknya juga masih menemukan produk kemasan kaleng mengalami kondisi penyok atau rusak kemasannya.

Diakuinya, hal tersebut terjadi karena adanya keteledoran konsumen ketika memilih produk kemasan kaleng, mereka menjatuhkan produk tersebut dan menyebabkan kerusakan pada kemasannya.

“Mayoritas kerusakan produk pada kemasan kaleng yang kami temui dan produk tersebut diamankan oleh pihak manajemen untuk dilakukan retur barang,” pungkasnya.(gir)

Komentar

News Feed