oleh

Dewan Pendidikan Kota Bekasi Kritisi Kebijakan Guru Impor

KanalBekasi.com – Dewan Pendidikan Kota Bekasi mengkritisi kebijakan pemerintah terkait persoalan impor. Salah satunya dugaan akan ada sejumlah guru asal luar negeri yang mengajar dengan sebutan guru impor.

Melalui status akun facebook Dewan Pendidikan Kota Bekasi ditulis persoalan guru impor ini dikaitkan dengan persoalan impor perkakas dapur, beras dan garam hingga buruh dan kuli.

“Perkakas dapur impor, beras & garam impor, buruh & kuli impor, eeh sekarang guru mo impor juga,” tulis akun facebook Dewan Pendidikan Kota Bekasi yang diunggah Rabu (29/5).

Baca Juga: Kondisi Gedung Dewan Pendidikan Kota Bekasi Tidak Terawat

Tudingan Dewan Pendidikan Kota Bekasi ini juga ditanggapi warganet. Tak sedikit warganet justru heran dengan status tersebut dan menuding balik Dewan Pendidikan Kota Bekasi tidak bekerja. Status tersebut disukai 18 orang,  dan mendapat sebanyak 23 komentar, berikut beberapa komentar dari warganet:

Suyoto: Dewan Pendidikan? blm pernah denger ada kegiatan dan dmn apa kegiannya..
ini status seperti nabok muka sendiri ya

Seven Meha: Dewan Pendidikan seharusnya PROBLEM SOLVING,… bukan NYINYIR.
Berbuat sesuatu yg bermanfaat buat NKRI.

Kamil Sofyan: Dewan Pendidikan Kota Bekasi juga kaga ada kegiatannya selama ini

Agus Z Arifin: Orang Kita jg tdk menghargai guru. Lihat saja guru mengajar sebulan, dibayar se minggu. Itu dari Zaman duluuuu.Sudahkah Dewantara Pendidikan memperjuangkannya? Jika Belum, Artinya cuma cari Jabatan Dan status. Mirip rodi.

Dudung Abdul Qodir: Sebetulnya bukan guru impornyg sdng dilakukan adlah program pertukaran guru terbaik berprestasi n inovasi dr Indonesia dg guru terbaik di luar negeri…semua itu sebgai upaya peningkatan mutu n pelayanan pendidikan. semoga

Namun ada juga warganet yang mendukung upaya Dewan Pendidikan Kota Bekasi terkait dugaan akan adanya guru impor tersebut.

Dadang Apriyanto: Mantapp, cuma Dewan Pendidikan Kota Bekasi yg berani ambil sikap… ini kerja nyata dan bagian dari kepedulian.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Adhi Firdaus hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan terkait status tersebut. Upaya klarifikasi melalui sambungan telepon belum dijawab.(gir)

Komentar

News Feed