oleh

Profesi ‘Dukun’ Jarang Diminati di Bekasi

KanalBekasi.com – Seiring perkembangan zaman, profesi dukun di era modern seperti saat ini mulai ditinggalkan oleh warga. Bahkan, saat ini tak jarang warga dengan mudah menemui profesi Duplikat Kunci alias Dukun di Bekasi.

Ahmad Yakub (37), salah seorang yang masih setia menggeluti dunia Duplikat Kunci alias dukun yang berada di Jalan Karang Satria, Kabupaten Bekasi misalnya, sudah dua tahun belakangan ini ia masih menjalankan bisnis jasa membuat duplikat kunci tersebut.

“Kalau boleh dibilang langka ya langka, karena tidak semua orang bisa menjalankannya,” ujar Yakub kepada KanalBekasi.com, Senin (27/5).

Baca Juga: Pejabat Pemkot Bekasi Dilarang Terima Bingkisan

Diakui Yakub, keahliannya membuat duplikat kunci tersebut ia dapatkan dari temannya. Saat ini dirinya yang bekerja serabutan beberapa tahun yang lalu akhirnya hijrah menjadi seorang penjual jasa duplikat kunci setelah mempelajari keahlian tersebut.

“Dulu pekerjaan saya serabutan dan akhirnya setelah ngobrol bersama teman dan ditulari kemampuan membuat duplikat kunci, akhirnya saya hijrah,” jelasnya.

Harga kuncinya sendiri, Yakub memang tidak mematok terlalu mahal dan disesuaikan dengan harga pasaran. Untuk harga duplikat kunci termurah ia menjualnya seharga Rp15.000 ribu dan termahal Rp75.000 ribu dan tergantung dari tingkat kesulitan pembuatannya.

“Harga yang saya jual mulai dari Rp15.000-Rp75.000 ribu, sedangkan waktu pembuatannya sendiri sekitar 3 menit sampai 1 jam tergantung tingkat kesulitannya,” imbuhnya.

Meskipun tergolong tidak terlalu mahal, diakuinya untuk usaha duplikat kunci yang dijalaninya selama bulan puasa tahun ini mengalami penurunan omset jual dari yang biasanya per hari mampu melayani 5 duplikat kunci, tetapi saat ini hanya 1-2 buah duplikat kunci.

“Bulan puasa kali ini ada penurunan, biasanya bisa sampai 5 kunci per hari, tapi alhamdulillah saat ini hanya 1-2 kunci saja per harinya,” terangnya menambahkan.

Sambung dia, untuk tingkat kesulitannya, biasanya terdapat pada alur kunci yang diduplikat serta banyaknya jenis kunci digital yang dipakai.

“Alur kunci yang sulit serta beberapa jenis kunci seperti digital terkadang menjadi kendala dalam pembuatan duplikatnya,” pungkasnya.(gir)

Komentar

News Feed