oleh

BMPS Kota Bekasi Keberatan Penambahan USB SMP

KanalBekasi.com – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, keberatan terkait penambahan Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SMP, pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun ajaran 2019-2020.

Sekretaris BMPS, Ayung Sardi menilai Kepala Dinas Pendidikan, Inayatullah telah melakukan kebohongan terkait adanya penambahan USB tersebut. Sebab, melalui sosialisasi PPDB tahun ini, Disdik menyampaikan tidak ada penambahan Unit Sekolah Baru (USB).

Hal itu membuat para penyelenggara sekolah swasta yang bernaung dalam BMPS merasa tenang lantaran tidak ada penambahan USB.

“Tapi ketika Perwal PPDB Online SMP negeri diterbitkan, di dalamnya terdapat keterangan ada 7 USB baru beserta rombongan belajarnya,” katanya, Selasa (25/6).

Baca Juga: Daya Tampung Sekolah Belum Maksimal, Kemendikbud Ubah Aturan PPDB

Oleh karena itu, pihaknya keberatan dan menganggap adanya kebohongan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang tentu saja akan merugikan pihak BMPS.

Penambahan USB maupun jumlah Rombongan Belajar (Rombel) kata dia, merupakan persoalan yang kerap muncul setiap PPDB. Jika hendak menambah USB maupun Rombel, sejatinya Disdik melakukan kajian itu secara matang jauh sebelum PPDB tahun ini dilaksanakan.

“Jelas ada kebohongan, karena tadinya kami berpikir tidak ada USB baru, tapi nyatanya ada,” tambahnya.

Baca Juga: Ombudsman Sesalkan Pelaksanaan PPDB yang Minim Sosialisasi

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, membantah telah melakukan kebohongan seperti yang dituduhkan kepada dirinya.

Ia mengatakan, 7 Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SMP tersebut, merupakan usulan yang dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek.

“Tidak benar itu, kan sudah ada kajian dan pertimbangannya,” sanggah pria yang akrab disapa Inay tersebut.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah lulusan SD yang berjumlah sekitar 46 ribu lebih, baru tertampung sekitar 13 ribu lebih di SMP negeri di Kota Bekasi.

Dengan adanya 7 USB baru tersebut, maka baru 14 ribu lebih atau sekitar 29 persen lebih siswa yang tertampung di SMP negeri.

“Dengan adanya USB baru tersebut baru 29 persen lebih yang tertampung sedangkan sisanya yang 70 persen ke swasta,” imbuhnya.

Inay juga menjelaskan, bahwa jumlah tersebut lebih sedikit bila dibandingkan tahun lalu sebanyak 15 ribu lebih siswa yang tertampung di SMP negeri dengan jumlah rombelnya sekitar 38 sampai 40 siswa per rombel.

“Kalau tahun kemarin sekitar 15 ribu lebih bahkan tahun ini lebih sedikit meskipun ada USB SMP negeri barunya, karena sisanya sudah pasti ke swasta,” tukasnya.(gir)

Komentar

News Feed