oleh

Liburan ke Pantai, Awas Racun Mematikan Ubur-ubur

KanalBekasi.com – Masyarakat diminta berhati-hati bila mengisi liburan di daerah pantai, pasalnya ubur-ubur siap mengintai. Seberapa bahaya hewan tersebut dan bagaimana racun hewan tersebut dikeluarkan ?

Benar bila dikatakan ubur-ubur mengeluarkan racun. Adalah Nematosit yang berupa sel kulit ubur-ubur yang mengandung racun dan tersebar di sepanjang tentakel ubur-ubur. Sekali ubur-ubur merasa terancam, tentakel ini akan bergerak menyerang, menyengat, dan memindahkan racun-racun ke tubuh organisme lain. Orang yang terkena sengatan ubur-ubur akan mengalami beberapa gejala seperti kulit terasa gatal, terbakar, berdenyut, hingga melepuh.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Dinkes Kota Bekasi Siapkan Posko Kesehatan

Dirilis dari laman Dokter Sehat, Joseph Burnett, seorang dokter kulit di University of Maryland Medical Center mengatakan air asin dapat membantu menonaktifkan racun nematosit yang masih bertahan di dalam tubuh, sedangkan air tawar memberikan efek sebaliknya, yaitu memperparah penyebaran racun.

Nah, banyak yang mengira jika air urine mirip dengan air asin dan bisa jadi penangkal sengatan ubur-ubur. Memang benar, urine mengandung banyak garam dan elektrolit. Akan tetapi, konsentrasi urine yang terlalu encer akan menjadi mirip dengan air tawar.

“Jika urine yang cenderung seperti air tawar ini disiramkan ke bagian tubuh yang tersengat ubur-ubur, maka hal ini akan membuat penyebaran racun kian meluas dan bagian tubuh yang tersengat semakin terasa sakit,” kata Joseph

Bagian tentakel ubur-ubur mengandung konsentrasi garam dalam jumlah tertentu. Bila bagian ini diberikan air tawar atau urine, konsentrasi garam yang ada di luar tentakel ubur-ubur akan ikut larut dan membuat konsentrasi cairan pada tentakel menjadi tidak seimbang.

Akibatnya, saat disengat ubur-ubur secara tiba-tiba, segera lakukan langkah-langkah di bawah ini, di antaranya:

  • Segera jauhkan bagian tubuh dari air asin atau air laut agar rasa sakit tidak semakin parah.
  • Basuh area yang terkena sengatan dengan air cuka (asam asetat) untuk menonaktifkan nematosit dan menghentikan aliran racun.
  • Lepaskan tentakel yang menempel di kulit secara perlahan sambil terus membasuh area sengatan dengan air cuka. Gunakan sarung tangan, plastik, atau pinset agar Anda tidak ikut terkena racun dari ubur-ubur.
  • Rendam bagian tubuh yang disengat ubur-ubur ke dalam air dengan suhu 45 derajat Celcius selama 40 menit.
  • Jangan sesekali menggaruk lokasi sengatan karena hal ini justru akan melepaskan lebih banyak racun ke dalam tubuh.

Sementara itu, Dokter Rizki Dwi Muljanti yang bertugas disalah satu RS di Jakarta Timur juga mengingatkan sengatan ubur-ubur dapat menyebabkan sengatan alergi berat yang dapat membahayakan tubuh. Ketika seseorang mengalami alergi berat, maka beberapa gejala yang mungkin timbul adalah sebagai berikut:

  • Sulit bernapas
  • Pusing
  • Ruam yang menyebar dengan cepat
  • Mual
  • Denyut jantung meningkat
  • Kejang otot
  • Penurunan kesadaran

“Kalau sudah terdapat gejala diatas saat terkena sengatan ubur-ubur, maka ia harus segera dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Karena itu sudah berbahaya,” pungkasnya.(sgr)

Komentar

News Feed