oleh

Tiap Jamaah Haji Dibekali Gelang Penanda Kesehatan, Ini Fungsinya

KanalBekasi.com – Kementerian Kesehatan mengeluarkan kartu penanda kesehatan jemaah haji untuk memudahkan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) memonitoring kondisi kesehatan jemaah haji. Kartu tersebut telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Kesehatan Jemaah Haji Indonesia (Siskohatkes)

Kepala Bidang Pendayagunaan Sumber Daya dan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Haji Kemenkes , dr Indro Murwoko mengatakan, pada pemeriksaan kesehatan tahap I tercatat sebanyak 94.403 atau 44,39 persen jemaah haji tergolong berisiko tinggi.

Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya dimana Kemenkes memberikan gelang kesehatan dengan tiga warna yaitu merah, kuning dan hijau yang disesuaikan dengan kategori kondisi kesehatan jemaah.

Baca Juga: Menkes Minta Jamaah Haji Waspadai Sejumlah Penyakit

“Pada kartu itu terdapat barcode untuk mengakses data-data kesehatan jemaah pada Siskohatkes yang terintegrasi dengan Siskohat Kemenag. Kartu itu juga terdapat penanda kesehatan jemaah haji dengan menggunakan satu warna, oranye,” kata Indro, Minggu (22/6).

Ia menambahkan inovasi ini disebutnya sangat membantu, mengingat Indonesia memiliki jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Pada musim haji kali ini, Indonesia akan memberangkatkan 231 ribu jemaah haji.

Ketersediaan data digital yang melekat pada jemaah ini diharapkan dapat membantu petugas di lapangan untuk lebih cepat memberikan pertolongan bila ada jemaah yang membutuhkan penanganan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, gelang penanda kesehatan seluruh calon jemaah haji (CJH) 2019 kini cuma satu warna dan dilengkapi barcode. Inisiatif Kementerian Kesehatan untuk memperlancar pemantauan kesehatan ini dilatarbelakangi tingginya risiko dalam pelaksanaan haji tahun 2019.

Indro memaparkan, ada sejumlah jemaah yang memiliki resiko kesehatan yang tinggi. Kondisi berisiko tinggi adalah mereka yang kesehatannya rentan. Indro mencatat 95.284 jemaah bukan tergolong risiko tinggi, tetapi 22.994 sisanya belum melakukan pemeriksaan kesehatan tahap I.

Padahal, Istithaah yang berarti ‘mampu melaksanakan ibadah haji’ bukan sekadar diukur lewat kecukupan materi, tapi juga kesehatan fisik dan mental. Kemenkes pun telah menetapkan Istithaah Kesehatan sebagai syarat utama pemberangkatan CJH sesuai peraturan Menkes nomor 15 tahun 2016.

“Berdasarkan penetapan istithaah, 186,318 atau sebanyak 87,60 persen jemaah telah ditetapkan status istithaah-nya,” pungkasnya.(sgr)

Komentar

News Feed