oleh

Waspada ‘Microsleep’, Kondisi Tak Sadar saat Mengemudi

KanalBekasi.com – Fenomena mengantuk pada saat berkendara dinamakan microsleepMicrosleep merupakan ketiduran sejenak ketika mengemudi dalam waktu beberapa detik. Hal inilah yang menjadi penyebab utama dari kecelakaan di jalan raya.

Dokter Rizki dwi mulyanti, yang bertugas disalah satu Rumah Sakit di jakarta mengatakan fenomena ini terjadi hanya satu atau dua detik saja, akan tetapi, durasinya akan bertambah lama jika orang tersebut benar-benar sudah memasuki kondisi tidur.

“Kondisi ini yang tidak disadari ketika seseorang berkendara,” katanya, Minggu (22/6)

Baca Juga: Diduga Kelelahan, 14 Orang Pengawas Pemilu Meninggal Dunia

Microsleep biasanya terjadi akibat dua faktor yaitu kelelahan dan pola makan. Kondisi tubuh yang lelah dan makanan yang mengandung karbohidrat adalah salah satu pemicunya.

“Nasi putih memberikan sumber energi yang besar untuk tubuh. Nasi juga mengandung protein sebesar 3,3 gram, selain nasi, roti, pisang dan susu juga tidak dianjurkan ketika sedang mengedarai kendaraan jarak jauh” terangnya

Sebagai makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, nasi juga memilki nilai indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemiks sendiri adalah standar yang dipakai untuk mengukurseberapa cepat makanan tertentu meningkatkan kadar gula di dalam darah.

“ini yang menyebabkan rasa ngantuk muncul setelah mengonsumsi nasi,”imbuhnya

Pola kerja yang berubah, sambung Rizki, juga dapat memicu pergeseran waktu tidur. Oleh karena itu, microsleep sangat mungkin terjadi pada masa transisi waktu tidur semisal bagi para pekerja yang memiliki jadwal shift. Faktor lainnya adalah adanya gangguan tidur misalnya insomnia dan sleep apnea yang membuat kualitas tidur seseorang menurun

“kedua hal tersebut menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas tidur. Sehingga dapat mengundang yang namanya microsleep,” terangnya

Rizki menyarankan bila bepergian jauh dan tubuh sudah memberi sinyal lelah sebaiknya istirahat dan jangan paksakan. Tidur meskipun hanya 10 -20 menit dinilai lebih berkualitas dan membuat tubuh lebih segar. Walaupun banyak masyarakat menganggap salah satu penawar kantuk adalah kopi. Namun, mengkonsumsi kopi hanya dapat membuat kita terjaga namun tidak akan dapat menggantikan tubuh lebih segar

“Efek kafein baru bisa dirasakan setelah 30 menit, jadi pastikan istirahat yang paling berkualitas adalah tidur,” pungkasnya.(sgr)

Komentar

News Feed