oleh

Lurah Harapan Mulya Janji Perjuangkan Kaki Palsu untuk Iskandar

KanalBekasi.com – Iskandar (64), penyandang disabilitas yang terlantar siang tadi dkunjungi Lurah Harapan Mulya, Kota Bekasi, Rena Nurwangiaten. Dalam kunjungannya Rena mengaku turut prihatin dengan kondisi yang dialami Iskandar sambil meminta kepada dirinya untuk terus bersemangat menjalani hidup.

Rena mengatakan sejak Desember lalu laporan tentang pengajuan kaki palsu sudah diajukan oleh Tim Kerja Sosial Kemasyarakatan (TKSK) Kelurahan Harapan Mulya, namun ajuan tersebut belum terealisasi karena belum ada program untuk kaki palsu.

Baca Juga: Kisah Pilu Iskandar Diusir Istri karena Berkaki Satu

Kita sudah ajukan ke Dinsos dan Baznas, namun belum ada program dan anggaran, kata Rena (3/7)  ketika mengunjungi kediaman Iskandar.

Lebih lanjut, Rena menyatakan ada prosedur pemberian bantuan kaki palsu dengan melampirkan sejumlah syarat dan ketentuan. Secara prosedur juga dilakukan kunjungan dan verifikasi data kepada penerima bantuan.

Baca Juga: Iskandar Minta Kaki Palsu Pakai KS-NIK

Secara administrasi data yang diajukan Iskandar sudah lengkap namun program pengadaan kaki palsu yang belum tersedia,” terangnya

Dalam kesempatan itu Rena yang didampingi pengurus RW, Sekertaris dan staf Kelurahan juga mengucapkan terima kasih kepada warga dengan bantuan dan perhatian yang selama ini diberikan kepada Iskandar.

“Bantuan warga sangat saya apresiasi, pak Iskandar masih sering mendapat bantuan dari warga, walau sedikit namun sudah sangat membantu,” imbuhnya

Sementara itu Iskandar mengaku senang dengan kunjungan pihak Lurah Harapan Mulya karena masih mendapat perhatian. Walaupun masih harus menunggu ia optimis suatu saat nanti kaki palsu yang ia impikan akan terwujud

“ Kalau kursi roda atau tongkat saya tidak bisa bergerak dengan kondisi seperti sekarang, kalau kaki palsu saya masih bisa bekerja dan olahraga berjalan agar sakit diabetes saya diangka normal,” pungkasnya

Seperti diketahui Iskandar harus rela kehilangan pekerjaan akibat penyakit diabetes yang mengharuskan kakinya diamputasi, hingga dicampakkan oleh istri dan anaknya.

Setelah diamputasi tahun 2018, istri dan anak-anaknya meminta pergi dari rumah dengan alasan tidak ada yang dapat merawatnya. Iskandar harus mengontrak rumah dengan biaya sewa Rp 500 ribu/bulan, sementara untuk biaya hidup, ia mengandalkan upah mengurus sewa lahan parkir milik saudaranya dengan penghasilan tidak menentu.(sgr)

Komentar

News Feed