oleh

Punya Kebun Sawit, Kelompok Teroris Gaji Petingginya Rp 15 juta

KanalBekasi.com – Kelompok Jamaah Islamiyah (JI) disinyalir ingin mengaktifkan kembali jaringan teroris yang terdahulu pernah ada. Kelompok yang pernah di pimpin Abu bakar Baasyir ini membiayai operasional kegiatannya salah satunya dari usaha perkebunan.

Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa para terduga teroris yang ditangkap Densus 88 berupaya mengaktifkan kembali organisasi terlarang Jamaah Islamiyah, sebelumnya sejak 2007 lalu organisasi JI sudah dibubarkan. Dalam organisasi terungkap para pejabat struktural kelompok tersebut menerima gaji hingga Rp15 juta setiap bulannya.

“Masih didalami bahwa pejabat-pejabat di dalam struktur organisasi Jemaah Islamiyah ini juga digaji, besarannya Rp10 juta sampai Rp15 juta,” ungkap Dedi, Senin (2/7)

Baca Juga: Teroris JAD Bekasi Paling Terlatih, Berencana Serang Pos Polisi Jati Asih

Menurut Dedi, pembangunan taraf ekonomi organisasi menjadi salah satu upaya menjaga eksistensi kelompok. Aliran uang pun digunakan oleh organisasi tersebut untuk menjalankan bisnis demi meraup pasokan dana.

“Mereka sedang mengembangkan basic ekonomi, mereka itu dengan beberapa usaha yang mereka bangun, salah satunya usaha kebun,” jelasnya

Salah satunya adalah lewat perkebunan kelapa sawit. Nantinya, uang yang dihasilkan akan dialokasikan sebagai pembiayaan aksi organisasi dan juga untuk membiayai gaji daripada pejabat atau orang di dalam struktur jaringan JI

Seperti diinformasikan Densus 88 menangkap PW MY (istri PW), BS, MY, BT dan A yang sudah terlebih dahulu ditangkap dikawasan Bekasi. Sementara itu PW disebut-sebut memiliki pengetahuan intelijen dan ahli merakit bahan peledak

“Tersangka lain yang memiliki keahlian adalah BT, yang bersangkutan ditangkap di Ponorogo,” terangnya

Ia merupakan salah satu orang kepercayaan PW yang menggerakkan organisasi JI di Indonesia khususnya Jawa Timur.

Sebagai informasi BT merupakan salah satu orang kepercayaan PW yang menggerakkan organisasi JI di Indonesia khususnya Jawa Timur. Menurut informasi intelijen, Jemaah Islamiyah mendapat bantuan keuangan dari kelompok teroris lain seperti Abu Sayyaf dan Al Qaeda.

Jemaah Islamiyah dicurigai melakukan aksi pengeboman Bali 2002 pada tanggal  12 Oktober 2002. Dalam serangan ini, pelaku bom bunuh diri dari Jemaah Islamiyah disebut-sebut menewaskan 202 orang melukai beberapa lainya di sebuah kelab malam di Bali. Setelah serangan ini. Kemenlu AS menyatakan Jemaah Islamiyah sebagai pelakunya dan menyatakannya sebagai Organisasi Teroris Asing. (sgr)

Komentar

News Feed