oleh

Mendikbud Minta Penggunaan Dana Alokasi Khusus Tepat Sasaran

KanalBekasi.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan penggunaan (Dana Alokasi Khusus) DAK fisik tahun anggaran 2020 agar tepat guna dan tepat sasaran. Ia menyoroti tentang banyaknya bangunan sekolah yang sudah tidak layak sehingga menggangu proses belajar mengajar.

“DAK fisik agar tepat sasaran, jangan dibantu sekolah yang sudah bagus, atau sekolah yang agak bagus menjadi bagus. Tetapi bantulah sekolah yang sangat  jelek dan dibikin menjadi sangat bagus,” kata Muhajjir, Rabu (7/8)

Baca Juga: Mendikbud Keluarkan Surat Edaran Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah

Dalam siaran persnya, Muhajjir mengatakan penggunaan dana harus berkesinambungan dan difokuskan membangun satuan pendidikan yang membutuhkan.

“Karena itu, dananya fokus, jangan diecer. Kalau fokus ke satu sekolah yang membutuhkan bisa itu. Itu membangun dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah, paling jelek, menjadi bagus,” ujar Mendikbud.

Ditambahkan  Muhadjir,  dana afirmasi DAK turut dialokasikan untuk mendukung digitalisasi sekolah di wilayah pinggiran. Data Kemdikbud terdapat hampir 50.000 sekolah SD hingga SMA/SMK yang akan digitalisasi proses belajar mengajarnya  di tahun 2019. Upaya ini menurut Muhadjir bertujuan untuk memperkaya materi belajar siswa melalui portal Rumah Belajar Kemendikbud.

“Digitalisasi sekolah terutama sekolah pinggiran, sehingga dapat mengakses dengan baik platform Rumah Belajar. Implikasinya, pelatihan guru untuk bisa mengajar siswa yang berbasis daring,” jelas Menteri Muhadjir.

Sementara itu, Didik Suhardi, selaku Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa  rapat koordinasi Kemendikbud dengan Pemerintah daerah  (Pemda) adalah untuk menyiapkan pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020. Untuk itu, perlu melakukan sinkronisasi dan harmonisasi usulan DAK fisik bidang pendidikan tahun 2020.

Sesjen Didik mengungkapkan masih terdapat program nasional yang merupakan program strategis tetapi belum bisa dikerjakan oleh Pemda. “Oleh karena itu, program-program nasional dan strategis diakomodasi  melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang diwujudkan melalui dana transfer daerah, dalam hal ini melalui DAK,” ujar Didik.

“Kita kumpulkan kepala dinas dari seluruh Indonesia dengan harapan untuk mengidentifikasi dalam rangka membantu program strategis untuk DAK fisik,” ujar Didik. Program strategis ini, lanjut Didik, akan disinkronkan dengan program nasional untuk percepatan kualitas layanan pendidikan di seluruh tanah air.

Sebagai informasi, DAK menurut Peraturan Presiden Nomor 141 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik, merupakan dana yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Penentuan besaran DAK berdasarkan usulan kebutuhan daerah yang selaras dengan prioritas nasional, untuk peningkatan dan pemerataan penyediaan infrastruktur pelayanan publik. DAK memiliki tiga lingkup rencana bidang, yaitu DAK regular, DAK afirmasi, dan DAK penugasan. (sgr)

Komentar

News Feed