oleh

Kasus Murid SD Belajar Dilantai Kinerja Pejabat Disdik Jadi Sorotan

KanalBekasi.com – Belakangan viral sejumlah murid Sekolah Dasar Negeri Pekayon Jaya III, di Kota Bekasi, melaksanakan kegiatan belajar di lantai. Kejadian tersebut, menyebabkan kinerja Dinas Pendidikan Kota Bekasi disorot lantaran dianggap tak mampu memenuhi kebutuhan pelayanan dasar pendidikan bagi warganya.

Kepemimpinan Dr Inayatulah sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi saat ini, mestinya sejumlah murid sekolah dasar negeri tersebut, tak perlu mengalami kegiatan belajar dengan cara lesehan.

Sebelumnya, melalui Permendikbud No 36 tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan satuan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Bekasi melakukan merger terhadap 111 sekolah di 56 Kelurahan. Seiring penerapan regulasi khususnya bagi SD negeri, tentunya akan menyisakan banyak kursi dan meja yang dapat diberikan kepada sekolah yang kekurangan mebeleir.

Sejumlah pihak menilai, para pejabat dilingkungan Disdik tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan sarana dan prasarana sekolah. Fenomena minimnya mebeleier di SDN Pekayon Jaya III, merupakan satu dari sekian banyak sekolah yang mungkin bernasib sama. Sayangnya, tak banyak pihak sekolah berani untuk mempublish kondisi sekolahnya ke permukaan publik.

“Mestinya fenomena anak sekolah belajar di lantai seperti murid di SDN Pekayon Jaya III tidak perlu mengalaminya, kalau saja para pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan peka. Kalau bicara kekurangan mebelier saya rasa kurang masuk akal, sebab, belum lama ini Disdik melakukan merger terhadap ratusan sekolah. Berarti ada meja dan kursi yang tidak terpakai, sisa mebeleir itu seharusnya bisa diberikan kepada sekolah yang membutuhkan. Belum lagi, saat pengadaan mebeleir beberapa tahun lalu juga banyak kursi dan meja yang rusak dan itu bisa diperbaiki melalui biaya perawatan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” papar Pemerhati Pendidikan Kota Bekasi, Boyke Hutapea, Sabtu (21/9).

Baca Juga: Sarpras Sekolah Masih Minim, Wali Kota Bekasi Nilai Perencanaan Disdik Belum Matang

Dr Inayatulah disebut-sebut seorang pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Bekasi yang pertama kali menyematkan gelar pendidikan sarjana strata tiganya (S3). Ditambah lagi pengalaman dirinya didunia pendidikan, Inayatulah meniti kariernya mulai dari bawah yakni sebagai Guru, Kepala Sekolah, Kepala UPTD, Pengawas Sekolah, Sekretaris Disdik dan saat ini Kepala Dinas Pendidikan. Bahkan, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Melalui pengalaman itu, seharusnya sebagai Kepala Disdik dengan dukungan para pejabat yang juga berlatar belakang dari dunia pendidikan, mampu menjawab segala tantangan dan persoalan bag dunia pendidikan sehinnga peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bekasi lebih baik dan maju.

“Sekarang para pejabat di Disdik itu kan hampir semuanya berlatar belakang dari dunia pendidikan dan kasus murid sekolah belajar di lantai tidak terjadi di Kota Bekasi. dan juga seharusnya, mereka paham bagaimana cara memenuhi seluruh kebutuhan di sekolah. Jika kursi dan meja di sekolah sampai tidak ada, berarti ada yang salah dengan kinerja para pejabatnya. Mungkin juga di internal kalangan pejabat disdik koordinasi dan komunikasinya tidak berjalan dengan baik. Wali Kota Bekasi patut untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja maupun perencanaan Disdik,” tandas Boy.(sgr)

Komentar

News Feed