oleh

Polisi Buru Akun Medsos Ajak Pelajar Berdemo

KanalBekasi.com – Bareskrim Polri akan berkolaborasi dengan Polda Metro Jaya mengusut akun-akun media sosial (medsos) yang menyebarkan ajakan berdemo bagi pelajar STM yang terjadi di depan gedung DPR/MPR, pada Rabu (25/9/2019) lalu.

“Ya, tentunya nanti dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim dan Direktorart Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan mem-profiling akun-akun menyebarkan konten yang bersifat ajakan kepada sekolah dan siswa untuk melakukan demo ke Jakarta,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9).

Baca Juga: Demo Rusuh DPR: 254 Mahasiswa dan 39 Polisi Jalani Perawatan

Dedi menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi juga dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait masalah itu. Ia juga mengatakan publik saat ini juga perlu memahami bagaimana bertindak di era digital.

“Kalau ada unsur pidana, kami akan bekerja sama dengan KPAI. Penting juga literasi digital yang dilakukan oleh jajaran multimedia kepada masyarakat. Kami minta juga KPAI memberikan literasi digital ke masyarakat dan sekolah juga aktif memberikan edukasi ke siswanya,” ujar Dedi.

Sebelumnya Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramatjati Komisaris Besar Edi Purnomo mengatakan terdapat korban tewas berinisial ME, 23 tahun pada demo ricuh di DPR

“Korban tewas karena gangguan pernapasan. Informasi keluarganya ada riwayat asma,” kata Edi saat dihubungi, Jumat, 27 September 2019.

Edi mengatakan korban tewas dibawa ke RS Polri pukul 05.30 kemarin pagi untuk diotopsi. Jenazah korban, kata dia, telah diserahkan kepada orang tuanya tadi malam pukul 23.00.

“Dari hasil otopsi tidak ada luka.” Tukasnya

Selain korban tewas, kata dia, ada puluhan korban luka yang dirujuk ke RS Polri Kramatjati. Sebagian korban luka adalah polisi yang terkena sambutan saat kerusuhan kemarin.

“Ada beberapa mahasiswa juga yang kami rawat,” ujarnya.

Kerusuhan pada Rabu lalu, diawali dengan demonstrasi pelajar. Para pelajar dengan seragam sekolah dan pramuka memulainya dengan menyerang anggota polisi. Mereka datang ke DPR RI merespons seruan ‘Pergerakan STM Se-Jabodetabek’ usai dua hari demonstrasi mahasiswa terkait RUU KUHP dan revisi UU KPK. (sgr)

Komentar

News Feed