oleh

Polres Minta Perbaikan Sarana dan Prasarana di Titik Rawan Kecelakaan

KanalBekasi.com – Polres Metro Bekasi Kota memberikan beberapa cacatan penting terjadi kecelakaan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi. Salah satu yang menjadi titik rawan adalah Jalan Raya Narogong – Siliwangi yang membentang dari Rawa lumbu sampai Bantar gebang.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslan sudah melakukan identifikasi kejadian laka lantas yang menelan korban jiwa.Polisi menyimpulkan berapa faktor penyebabnya yaitu minimnya sarana dan prasarana jalan di Kota Bekasi.

Baca Juga: Polrestro Bekasi Kota Amankan 5 Motor Bodong Saat Razia

Penyebab kecelakaan yang terjadi kemarin yang pertama soal kedisiplinan pengendara, sarana prasarana jalan dan kelengkapan berkendara semisal lampu, ban dan sebagainya,” kata Ojo, Senin (16/9)

Polisi, terang Ojo, sudah melakukan identifikasi Beberapa kejadian (kecelakaan) kemarin yang terjadi di jalan Narogong. Ia mencontohkan kasus kecelakaan di wilayah Jalan Raya Narogong yang menewaskan pengendara motor wanita yang terjadi karena kondisi jalan.

“Kita identifikasi ada semacam kelalaian pengendara, ketika jalan macet pengendara melewati jalan yang tidak beraspal dan berbatu. Kemudian mengenai batu dan jatuh ke kolong truk,” terang Ojo

Selain itu, sambung Ojo, lokasi depan Batalyon 202 itu tidak ada saluran drainase. Sehingga bila terjadi hujan sebentar langsung terjadi genangan. Ini menurutnya berbahaya.

Terkait insiden  kasus kecelakaan yang sering terjadi di Jalan Narogong Siliwangi Polrestro Bekasi Kota akan melakukan kordinasi dengan Pemeritah Kota Bekasi guna meminta perbaikan  sarana dan prasarana jalan dan rambu-rambu lalulintas

“Kita minta penambahan rambu lalu lintas di lokasi rawan kecelakaan dan penebangan pohon yang mengganggu rambu lalulintas,” imbuhnya

Selain itu perbaikan  sarana jalan dan rambu lalu lintas juga harus dilakukan mengingat kecelakaan yang terjadi salah satunya akibat dari kondisi jalan yang tidak rata

“Jadi kita minta pengendara disiplin namun sarana prasarana jalan dan rambu lalu lintas berfungsi baik sehingga kecelakaan dapat dihindari,”

Sebagai informasi, selama sepekan sejak awal September 2019, sudah ada tiga korban jiwa di ruas jalan ini. Semuanya pemotor. Peristiwa pertama terjadi pada Senin (2/9) lalu. Seorang tentara bernama Pelda Darmawan tutup usia setelah terlibat kecelakaan dengan truk pengangkut tanah.

Kecelakaan lainnya terjadinpada Rabu (4/9). Seorang pria bernama Enjen (64) meninggal dunia setelah bertabrakan dengan pemotor lain. Keesok harinya Kamis (5/9), seorang perempuan bernama Mella Dian Pertiwi jatuh ke kolong dan terlindas truk kontainer. (sgr)

Komentar

News Feed