oleh

Waspadai Pembiusan Lewat Makanan dan Minuman, Ini Cirinya

KanalBekasi.com – Kejahatan dengan menggunakan metode bius yang dicampur minuman akhir-akhir ini kerap terjadi. Terakhir seorang wanita yang menjadi korban perkosaan dan pencurian di wilayah Senin, Jakarta Pusat.

Dokter Kiki Dwi muljanti menyebut fenomena minuman yang dicampur obat bius adalah masalah nyata, yang seringnya terabaikan. Minuman dibubuhi oleh obat bius untuk beberapa alasan. Ini termasuk bahan bercandaan atau untuk memfasilitasi niat kriminal.

Baca Juga: Polrestro Bekasi Kota Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Narkoba

Efek amnesia dari obat bius memungkinkan pelaku untuk merampok, memperkosa atau merugikan korban dengan cara lain tanpa korban bisa mengingat persis apa yang telah terjadi.

“Modus pembiusan ini bisa terjadi di klub-klub malam, bar, di pesta-pesta, bahkan di keramaian tempat umum,” kata Kiki, Selasa (17/9)

Dokter Kiki menambahkan obat bius yang beredar di pasaran memungkinkan tidak terdeteksi melalui warna minuman dan makanan. Obat bius mungkin datang dalam bentuk bubuk, tablet, atau cair, dan tidak selalu memiliki rasa atau bau tertentu.

Beberapa contoh obat yang dilaporkan telah digunakan untuk membius minuman meliputi GHB, Ketamine, ethanol, dan Rohypnol (walaupun kini sudah jarang digunakan karena penambahan pewarna biru).

“Biasanya ada tiga jenis Alkohol, obat depresan, Ketamin dan ekstasi cair (GHB),” terangnya

Obat ini, sambung Kiki, bila dicampurkan dapat mengakibatkan seseorang merasa sangat mabuk dan tidak dapat mengingat beberapa atau semua peristiwa yang terjadi setelah Anda dibius. efek obat dapat mulai dalam waktu 15 sampai 30 menit, dan dapat bertahan hingga delapan jam atau lebih.

Seseorang bisa saja tidak menyadari apakah minuman Anda telah dibius atau tidak hanya dengan meneliti warna, mencium, atau mencicipinya. Zat yang digunakan untuk membius minuman seringnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mengubah rasa asli minuman Anda.

“Beberapa obat, seperti GHB, mungkin terasa sedikit asin atau berbau aneh,” imbuhnya

Kiki menjelaskan tidak ada yang mengetahui pasti seseorang terkena bius atau tidak. Namun pastinya gejala obat bius tergantung pada banyak faktor seperti bahan atau campuran zat yang digunakan, dosis, ukuran, dan berat badan, serta jenis dan/atau berapa banyak minuman yang Anda telah konsumsi.

Namun pastinya bila seseorang sehabis makan atau minum dan berefek pada menurunnya kewaspadaan, kesulitan berbicara atau fokus, hilang keseimbangan dan sulit bergerak, masalah penglihatan, terutama pandangan mengabur atau halusinasi, mual dan muntah, kehilangan ingatan (amnesia) atau tidak sadarkan diri, merasa sakit atau sangat mengantuk, merasa sangat mabuk, bahkan ketika Anda hanya menenggak sedikit alkohol baiknya segera menghubungi pihak keamanan.

“Jalan satu-satunya menghubungi pihak keamanan setempat, karena bila sudah terbius dalam kondisi sendiri kitabdipastikan jadi incaran pelaku kriminal,” pungkasnya.(sgr)

Komentar

News Feed