oleh

PAD Tak Tercapai, Pemkot Pangkas Dana Hibah dan Belanja Pegawai

KanalBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi masih mengalami defisit anggaran dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut tercermin dari paparan Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat menyampaian Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) di depan DPRD Kota Bekasi.

Walikota menyampaikan Pemkot menurunkan belanja dan target pendapatan pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp 800 milliar lebih. Penurunan belanja daerah hanya sebesar Rp5,832 triliun dari belanja tahun anggaran sebelumnya, yakni Rp6,61 triliun.

Baca Juga: APBD Gembos, Pemkot Bekasi Kembali Rekrut 7000 Tenaga Kontrak

Meski demikian, Rahmat berkilah dengan masih adanya dana alokasi umum dan khusus dari Jawa Barat dan DKI Jakarta. Dana tersebut katanya belum terakumulasi dari RAPBD 2019-2020.

“Nanti setelah mereka paripurna baru bisa ditetapkan berapa anggaran yang akan diberikan ke Kota Bekasi, jadi ini belum final,” katanya, Selasa (8/10)

Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp3,017 triliun, turun Rp256,4 miliar atau 74 persen dari target PAD sebelumnya. Akibat penurunan anggaran tersebut beberapa program dipastikan tidak berjalan.

“Penurunan anggaran meliputi pengurangan belanja pegawai, belanja bantuan sosial, bantuan subsidi, hibah, dan belanja tidak terduga,” tukas Pepen

Sebagai informasi,Pemprov DKI mengangarkan Rp 406,7 milliar untuk Kota Bekasi yang dialokasikan dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk rancangan APBD DKI Jakarta 2020.

Meski belum di rapatkan dengan DPRD DKI Jakarta angka tersebut  lebih rendah dibandingkan dengan ajuan Pemkot Bekasi sebesar Rp 719 miliar. Pemprov DKI Jakarta menilai ajuan tersebut tidak sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI Jakarta. Salah satu permohonan program yang tidak dikabulkan yakni pembangunan jaringan dan infrastruktur jalan. (sgr)

Komentar

News Feed