oleh

Pemkot Bekasi Bebaskan Retribusi Tempat Ibadah di Lahan Fasos 

KanalBekasi.com – Tempat ibadah di lahan Fasilitas Sosial (Fasos) tidak dipungut retribusi. Hal ini ditegaskan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, saat mengunjungi Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), di Jalan Gunung Gede Raya, Perumnas 2, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Selasa (19/11).

“Pemkot Bekasi akan menggratiskan retribusi terhadap seluruh tempat ibadah yang beridiri diatas lahan fasos,” tegas Rahmat Effendi dihadapan para pengurus gereja.

Dia juga menyinggung soal keberadaan empat tempat ibadah yang berada di Jalan Gunung Gede Raya. Menurutnya, harus ada batas yang jelas antara satu tempat ibadah yang satu dengan yang lain terkait dengan luasan lahan yang dipakai. Karena itu, Pemkot Bekasi akan membantu legalitas melalui pembuatan sertipikat terhadap seluruh tempat ibadah tersebut.

Karena berada di tanah fasos, maka setiap tempat ibadah tidak bisa mengajukan sertifikasi atas nama tempat ibadah melainkan atas nama pemerintah yang diperuntukkan bagi tempat ibadah. “Karena ini milik pemerintah, tidak bisa satu-satu mengajukan sertifikat sendiri-sendiri. Tetap atas nama Pemkot Bekasi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), Tobing mengutarakan bahwa, selama ini pihaknya kerap membayar retribusi kepada  Pemkot Bekasi sebesar Rp 7,5 juta setiap tahun. Retribusi tersebut berdasarkan luas bangunan gerejanya yakni 450 meter persegi.

Sedangkan saat ini, pihaknya, tengah mengajukan perubahan luas bangunan menjadi sekitar 1000 meter persegi, dan tentunya akan terjadi kenaikan retribusi menjadi Rp 22 juta per tahun.

“Kalau retribusinya mencapai Rp 22 jutaan, kami merasa keberatan. Jadi kami meminta kepada pemkot bekasi agar diberikan keringanan terhadap retribusi tempat ibadah tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi, didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinar Faizal Badar, Kepala Dinas Tata Ruang, Junaedi, Kepala Satpol PP, Abi Hurairah, Camat Bekasi Selatan, Tajudin, Lurah Kayuringin Jaya, Ricky Suhendar, Tim Wali Kota untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4), Benny Tunggul dan sejumlah pendeta dari GKPI, GKO, dan GKOI.(boy)

Komentar

News Feed