oleh

Pria Paruh Baya Pengedar Sabu Diamankan Polisi

KanalBekasi.com – Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru di bawah koordinasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok, berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Minggu malam, (24/11).

Dalam penangkapan tersebut polisi mengamankan pelaku berinisial S Bin M (48) beserta barang bukti narkotika golongan 1 jenis sabu setelah ditimbang dengan berat bruto 0,6 (nol koma enam) gram.

Kapolsek Kawasan Kalibaru AKP Ahmad Eka Perkasa dalam pesan tertulisnya mengatakan informasi penangkapan berawal dari masyarakat bahwa di wilayah Cilincing Jakarta Utara menjadi tempat transaksi narkoba yang dilakukan S Bin M (48).

Baca Juga: Sabu Seberat 200 Kg Diamankan BNN di Bekasi

Selanjutnya, atas informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru melakukan penyelidikan, Minggu, (24/11) sekira pukul 12.30 wib di sekitar lokasi dan mengetahui identitas pelaku S Bin M (48) dan benar adanya bahawa dia S sebagai perantara dalam jual beli sabu,” terangnya, Senin (25/11)

Ahmad menjelaskan, mengetahui hal tersebut, dengan sigap personel Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru menyisir lokasi, sekira lebih kurang 30 menit mencurigai seorang laki-laki di gang dan berhasil mengamankan serta dilakukan penggeledahan dari tangan sebelah kanan ditemukan 1 (satu) plastik klip berisi kristal setelah ditimbang dengan berat bruto 0,6 (nol koma enam) gram dan uang tunai Rp 50.000, di kantong celana sebelah kanan.

“Dari hasil keterangan yang didapat dari pelaku, S (48) menjadi perantara dalam jual beli sabu sudah 1 (satu) bulan yang lalu, dan keuntungan menjadi perantara dalam jual beli sabu sebanyak 50.000 (lima puluh ribu rupiah), satu 1 (satu) sabu plastik didapat dari seorang bernama SMB (DPO),” papar Ahmad

Atas perbuatannya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Unit Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru guna penyidikan lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku S Bin M (48) di duga telah melanggar Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU No35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah.

“Narkoba adalah mesin pembunuh massal yang bisa membunuh siapa saja, sehingga diperlukan tindakan ekstra dalam rangka memeranginya. Para pelaku harus diberi tindakan tegas dan semua komponen bangsa harus terlibat untuk menanggulanginya dengan cara mencegah, memberantas dan menyelamatkan generasi bangsa,” tutur Ahmad.(sgr)

Komentar

News Feed