Mendikbud Ubah Aturan UN dan PPDB

  • Whatsapp
Mendikbud Nadiem Makariem

KanalBekasi.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah menggelar rapat kordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dari seluruh Indonesia. Pada agenda tersebut, Mendikbud menyampaikan program kerja kebijakan yang dipastikan berubahnpada tahun 2021.

Pada rapat kerja ini, Mendikbud menyampaikan empat program pokok kebijakan pendidikan yang meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Muat Lebih

Baca Juga: Di Hari Guru Mendikbud ingin Ubah Kebiasaan Belajar, Ini Pesannya

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yg dapat dilakukan dlm bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yg lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya).

“Jadi skema dan teknisnya dirubah,” kata Nadiem, Rabu (11/12)

Mendikbud juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan matematika (numerasi), serta penguatan pendidikan karakter.

Kebijakan asesmen yang akan dilaksanakan tahun 2021 ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS tanpa mengurangi kearifan lokal yang ada.

PISA adalah Program Penilaian Pelajar Internasional (Bahasa Inggris: Program for International Student Assessment, disingkat PISA) yaitu penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun.

Sedangkan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) adalah studi internasional tentang prestasi matematika dan sains siswa sekolah lanjutan tingkat pertama.

Kemendikbud juga akan menyederhanakan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan memangkas beberapa komponen. 

“Kedepan cukup satu lembar saja. Singkat tapi berkualitas. Karena esensi RPP adalah proses refleksi dari guru,” kata Mendikbud.

Guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. 

Mendikbud juga menjabarkan komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. (sgr)

 

Pos terkait