Tol Layang Japek dan Cipali Jadi Perhatian Kemenhub Jelang Nataru

Pemaparan persiapan Natal dan Tahun baru 2020

KanalBekasi.com – Sejumlah titik rawan kecelakaan dan titik pembangunan infrastruktur jalan jadi perhatian pemerintah jelang moment pergantian tahun. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memprediksi beberapa titik yang dianggap krusial dalam menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru 2020.

 “Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) perlu dilakukan penjagaan karena berada di ketinggian sekitar 15 meter, Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang rawan kecelakaan, Angkutan Penyeberangan Merak – Bakauheni yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang karena beroperasinya tol lintas Sumatera, dan angkutan laut di wilayah Timur yang diprediksi terjadi lonjakan penumpang kapal,” kata Budi Karya, Jum’at (20/12)

Muat Lebih

Baca Juga: Beroperasi November, Tol Layang Japek Hanya Dilewati Kendaraan Kecil

Menhub memprediksi akan terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Merak-Bakauheni karena pengoperasian tol lintas Sumatera. Karena itu, ia  menekankan agar PT ASDP menyiapkan sistem IT yang baik, membuat gate yang lebih banyak, dan menyiapkan lapangan parkir yang besar. Kemudian terkait antisipasi lonjakan penumpang kapal di wilayah timur Indonesia.

Menhub mengungkapkan telah mengalokasikan 40 kapal untuk membantu melayani wilayah Indonesia Timur dan beberapa diantaranya adalah bantuan kapal dari TNI. 

“Untuk sektor laut terutama di wilayah Timur Indonesia agar penumpang kapal dapat terlayani dengan baik, namun di satu sisi keselamatan tetap terjamin. Karena kami tidak memperbolehkan kapal mengalami over kapasitas, ”lanjut Menhub. 

Selain itu, Menhub juga menyoroti keselamatan angkutan penyeberangan di Danau Toba, dimana pernah terjadi musibah kecelakaan kapal. 

“Kami melakukan evaluasi misalnya dengan memastikan tidak ada lagi penumpang kapal yang naik di atap (hal ini guna menjaga kestabilan kapal). Walaupun wewenang pengawasan ada di tingkat daerah, namun kami akan menempatkan personel khusus untuk mengawasi. Kami juga meminta agar penumpang tidak memaksakan berangkat jika melihat kapal sudah penuh,” ungkapnya. 

Self Ramp Check Terkait kelaikan bus-bus Pariwisata, Menhub mengakui, pengawasannya tidak mudah dilakukan karena memiliki banyak pool yang tersebar. Untuk itu, Menhub telah berkoordinasi dengan Polri bersama Dinas Perhubungan di daerah agar dilakukan random check terhadap bus-bus pariwisata yang tidak laik, atau belum dilakukan ramp check, untuk kemudian dilakukan law enforcement dan penertiban. Menhub juga meminta untuk disiapkan subsitusi dengan beberapa bus di tempat-tempat tertentu. 

“Kami minta pemilik bus pariwisata melakukan self ramp check atau pengecekan mandiri, misalnya mengecek kondisi ban, mesin, dan hal penting lainnya. Kami minta masyarakat juga agar memilih bus pariwisata yang telah berstiker ramp check di bagian depan bus. Ini dilakukan untuk menjaga aspek keselamatan,” ungkap Menhub. 

Menhub juga mengimbau agar masyarakat tidak lagi melakukan perjalanan keluar kota dengan motor dan beralih menggunakan bus atau kereta api.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Polri untuk melakukan imbauan dan pelarangan kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan sepeda motor karena sangat rentan mengalami kecelakaan dan 70% angka kecelakan merupakan kecelakaan motor,” tambah Menhub. 

Sebagai upaya untuk menurunkan jumlah sepeda motor, Kemenhub telah menggelar program Mudik Gratis sebanyak 55 bus bagi 2.475 penumpang dengan tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Selain itu, Menhub juga mengatakan bahwa angka penjualan tiket kereta api baru mencapai 57%, jadi masyarakat bisa memanfaatkan angkutan massal yang masih tersisa. Terkait keamanan pada masa penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru, menurut Menhub, telah dilakukan penambahan personil keamanan pada fasilitas sarana dan prasarana transportasi seperti terminal, bandara, pelabuhan, dan stasiun KA. (sgr)

 

Pos terkait