Bahayanya Kandungan Vape, ISPA Hingga Pencetus Kanker

KPAD Kota Bekasi, Penggunaan Vape
Vape diyakini lebih berbahaya dari rokok biasa

KanalBekasi.com – Alih-alih sebagai alternatif merokok yang aman, rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok konvensional. Hal ini dikarenakan rokok elektrik juga mengandung bahan berbahaya yang dapat memicu timbulnya penyakit berbahaya bagi tubuh.

Diulas jurnal kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Kamis (16/20) rokok elektronik merupakan salah satu jenis Hasil Produksi Tembakau Lain (HPTL) dengan atau tanpa nikotin serta punya penambah rasa. Cara pakainya dengan menghisap uap pemanasan.

Muat Lebih

Baca Juga: Kandungan Vape Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

Bahan yang terkandung adalah zat karsinogenik penyebab kanker. Komposisi zat tersebut antara lain Tobbaco Specific Nirosamines (TSNA), Diethylene Glycol (DEG), Otoluidine, formaldehyde, & acroleine.

Paparan Propilen Glikol yaitu mengiritasi paru-paru dan mata, gangguan saluran pernafasan seperti asma, sesak nafas dan obstruksi paru

Rokok elektronik juga mengandung nikotin. Nikotin berdampak pada adiksi (candu), depresi, kepala pusing, tubuh gemetar, kerusakan paru-paru permanen, penyempitan pembuluh darah & kematian. 

Kandungan bahan lainnya yaitu bersifat toxic, iritatif yang merangsang timbulnya peradangan. Risiko yang muncul yakni penyakit ISPA, asma, PPOK. Data-data publikasi internasional menunjukkan bahwa risiko-risiko ini juga muncul pada pengguna rokok elektronik. 

Dampak rokok elektrik bisa mengakibatkan Popcorn Lung. Popcorn Lung yaitu kondisi saluran udara di paru mengecil sehingga menyebabkan batuk dan napas pendek.

Popcorn Lungs (Bronchiolitis Obliterans) disebabkan oleh senyawa diasetil yang bisa ditemui pada perasa rokok elektrik. Menjadi berbahaya, karena dipanaskan dan dihirup dalam jangka waktu yang lama.

Gejala Popcorn Lung ditandai dengan munculnya batuk kering serta nafas pendek. Biasanya muncul 2 minggu hingga 2 bulan setelah terpapar uap/asap yang mengandung toksik.(sgr)

Pos terkait