Sungai Tak Direvitalisasi 20 Tahun Berdampak Banjir Parah di Bekasi

Banjir di Villa Jatirasa, Kota Bekasi

KanalBekasi.com – Provinsi Jawa Barat menargetkan semua permasalahan yang ada di bagian hulu sungai Citarum bisa selesai semuanya pada tahun 2020 ini, seperti pembuatan terowongan, retensi cieunteung dan rencana retensi juga di Andir serta membelokkan sungai Cisangkuy, yang nantinya tidak akan melewati lagi Dayeuhkolot.

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin,untuk tahun 2021 mendatang masalah penanganan sungai Citarum akan difokuskan pada bagian hilir, seperti pembangunan bendungan Cideet yang berada di Kabupaten Bogor.

Muat Lebih

Baca Juga: Revitalisasi Kalimalang Masuk dalam 30 Proyek Strategis Jabar

Tahun depan 2021, kita akan lanjut ke Citarum Hilir, banjir di Karawang, di Cilamaya dan sebagainya, itu sudah mencuat program besarnya membangu bendungan Cideet yang lokasinya di Kabupaten Bogor, tapi nanti pemanfaatannya memang untuk banjir di Karawang dan Bekasi,” katanya

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Bambang Hidayah mengatakan, terjadinya banjir di Bekasi salah satunya karena tidak adanya revitalisasi kali Bekasi yang tidak pernah mengalami pengerukan dalam kurun waktu hingga 20 tahun.

“Yang ada sekarang hanya penanganan-penanganan spot-spot saja beberapa tempat saja, jadi secara sistem ini belum pernah dilakukan lagi,” ucap Bambang, Jum’at (17/20)

Menurut Bambang, berdasarkan hasil survei, revitalisasi itu mencakup pula Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi dari arah Bogor. Dan untuk Cileungsi sepanjang 6,1 KM sedangkan Cikeas sekitar 4,1 KM ditargetkan tahun depan.

“Kali Bekasi tak pernah mengalami revitalisasi dalam kurun waktu hingga 20 tahun, akibatnya warga yang tinggal salah satu kompleks permukiman di Jatiasih meminta untuk direlokasi,mereka jenuh karena selalu terdampak banjir,”ujarnya.(sgr)

Pos terkait