Quota Haji RI Bertambah 10 Ribu Orang, Masa Tunggu di Bekasi 18 Tahun

Jamaah haji Indonesia

KanalBekasi.com – Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan kabar baik, jika jumlah jamaah haji dari Indonesia pada tahun 2020 bertambah 10.000 orang.

Dengan adanya tambahan kuota tersebut, maka jumlah jamaah haji asal Indonesia tahun ini akan mencapai 231 ribu orang, dimana sebelumnya tahun lalu, jamaah haji mencapai 221 ribu orang.

Muat Lebih

Menurutnya tambahan kuota ini karena upaya pemerintah yang meminta kepada Pemerintah Arab Saudi melalui OKI.

Baca Juga: Tiap Jamaah Haji Dibekali Gelang Penanda Kesehatan, Ini Fungsinya

Arab tidak menyebutkan tambahan kuota, tapi ada istilah lain, intinya kita dapat tambahan 10.000 tahun ini,” ujarnya, Rabu (8/20)

Menag juga menyampaikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) nantinya akan menjadi bandara khusus haji bagi jamaah asal Jawa Barat. SK tersebut sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan penerbangan di bandara yang sudah diresmikan sekitar dua tahun lalu itu. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali beberapa waktu lalu mengatakan lamanya masa tunggu ibadah haji ini tergantung pada perbandingan antara kuota dengan jumlah haji yang mendaftar.

Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah, terdiri dari 204.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji khusus. Kuota ini dibagi ke 34 provinsi di Indonesia. Masa tunggu keberangkatan haji tercepat adalah Provinsi Gorontalo dan Bengkulu, dengan waktu tunggu 9-10 tahun. 

“Selain di Bengkulu dan Gorontalo, masa tunggu haji di atas 10 tahun,” kata Nizar dalam keterangan tertulis

Bahkan, masa tunggu ibadah haji di daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 41 tahun. Di daerah Bekasi dan daerah lainnya, masa tunggu keberangkatan haji mencapai 18 tahun.(sgr)

 

Pos terkait