BKD Jabar Akan Evaluasi Guru “Penempeleng” Siswa di Bekasi

  • Whatsapp
Foto: Screenshoot video oknum guru SMAN 12 Bekasi memukul siswanya berkali-kali ditengah lapangan

KanalBekasi.com – Dinas Pendidikan Jawa Barat akan mengevaluasi oknum guru yang melakukan kekerasan terhadap siswa di Bekasi. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dewi Sartika menegaskan yang akan melakukan evaluasi adalah Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Jabar.

Setelah memberhentikan dari tugasnya sebagai wakasek bidang kesiswaan, guru SMA 12 Bekasi yang melakukan kekerasan terhadap muridnya kini sedang dievaluasi kinerja dan tugasnya. 

Muat Lebih

Baca Juga: Guru SMAN 12 Bekasi ‘Tempeleng’ Siswanya Berkali-kali

Kita sudah melaksanakan apa yang diperintahkan Gubernur yaitu memberhentikan yang bersangkutan sebagai Wakasek. Jadi diberhentikan dari jabatannya, lalu dipindahkan ke sekolah lain. Yang melakukan evaluasi itu BKD Jabar” ujar Dewi Selasa (18/20)

Menyinggung masalah penolakan para siswa dan guru itu diberhentikan dan dipindahkan, Dewi mengatakan bahwa para siswa memiliki penilaian tersendiri pada yang bersangkutan. Menurutnya, aksi para siswa dan guru tidak dapat menghentikan proses evaluasi terhadap oknum guru tersebut.

“Ya, siswa mungkin punya penilaian tersendiri pada gurunya. Karena sebenarnya guru itu cukup berprestasi. Ia juga penulis buku dan prestasinya cukup baik, tapi tetap saja kekerasan dilarang untuk dilakukan oleh siapapun. Dan itu perintah undang-undang” tegas Dewi.

Diberitakan, seorang guru di SMA 12 Bekasi memukul muridnya yang terlambat datang ke sekolah. Videonya viral di media sosial

Sebelumnya Wakil Bidang Humas SMA 12 Bekasi, Irnataqo mengatakan sekolahnya berpredikat Ramah Anak. Predikat tersebut merupakan penilaian Dinas Pendidikan Jawa Barat dan KPAI setelah melakukan kunjungan ke sekolahnya dan melakukan pengecekan sarana, prasarana dan metode mengajar. Menurutnya kejadian viral saat itu faktor insidentil

“Kebetulan si bapak ini sangat ingin menegakkan kedisiplinan di sekolah dan mungkin kemarin caranya yang salah. Kesehariannya tidak seperti itu, dan untuk hal-hal lain beliau juga bagus, murid-murid dan guru meminta beliau tidak dipindah,” terangnya.(sgr)

 

Pos terkait