Guru Pukul Siswa di SMA 12 Kota Bekasi yang Berpredikat Sekolah Ramah Anak

Plang Sekolah Ramah Anak di SMA 12 Kota Bekasi

KanalBekasi.com – Video pemukulan siswa oleh gurunya belakangan viral di media Sosial. Kejadian tersebut dipastikan berada di  SMA 12 Bekasi, mirisnya sekolah yang terletak di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Bekasi tersebut berpredikat Ramah Anak

Wakil Bidang Humas SMA 12 Kota Bekasi Irna Fiqih membenarkan bahwa predikat Ramah anak di sekolahnya sudah didapat sejak 2019 lalu.  Menurutnya ada beberapa pertimbangan sekolah bisa mendapat predikat Ramah Anak

Muat Lebih

Baca Juga: Guru SMAN 12 Bekasi ‘Tempeleng’ Siswanya Berkali-kali

Sudah ada sejak 2019 lalu, itu program pemerintah dimana setiap tenaga pendidik khususnya di SMA 12 harus membiasakan diri berperilaku santun dan tidak main fisik,” kata Irna

Ia menambahkan ketentuan Sekolah Ramah Anak yang didapat melalui beberapa prosedur dan pengecekan. Pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat dan KPAI telah melakukan kunjungan ke sekolahnya dan melalui proses pengecekan

“Salah satunya sarana dan Prasarana, seperti kantin, tangga dan metodelogi belajar mengajar,” tambahnya

Saat disinggung kejadian viral kemarin, menurut Irna muncul secara insidental dan bukan berarti kesehariannya seperti itu. Kebetulan si bapak ini sangat ingin menegakkan kedisiplinan di sekolah dan mungkin kemarin caranya yang salah dan kebetulan ada yang merekam sehingga viral

“Kesehariannya tidak seperti itu, dan untuk hal-hal lain beliau juga bagus, seperti tadi dapat dilihat bagaimana murid-murid meminta beliau tidak dipindah,” terangnya

Para murid, meminta guru bersangkutan dipertahankan karena mereka membutuhkan figur yang dapat menjalankan program-program sekolah. Guru yang mengajar Geografi tersebut juga memiliki kedekatan dengan para murid.

“Bisa dilihat mereka menangis tadi dilapangan, jadi sangat disayangkan karena nila setitik semua kebaikan beliau hilang,” tukasnya

Lebih lanjut, Irna  mengatakan pasca ditetapkan Sekolah Ramah Anak kepala sekolah juga sudah menekankan tidak boleh ada kata-kata kasar ke anak dan menghukum secara fisik. Kejadian kemarin sangat kami sayangkan sebenernya karena sejak beliau menjadi kesiswaan sekolah lebih tertib.

“Hanya kadang-kadang disayangkan ada cara-cara diluar batas seperti kemarin,” pungkas Irna

Sebagai informasi  SMA 12 telah menonaktifkan sementara guru yang viral melakukan pemukulan terhadap siswa yang terlambat sekolah. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah Nani Nuraini saat ditemui wartawan.

“Yang bersangkutan sementara dinonaktifkan dari jabatan Wakasek Kesiswaan sampai waktu yang belum ditentukan, namun masih tetap berstatus pengajar,” terangnya. (sgr)

Pos terkait