Guru SMAN 12 Bekasi ‘Tempeleng’ Siswanya Berkali-kali

  • Whatsapp
Foto: Screenshoot video oknum guru SMAN 12 Bekasi memukul siswanya berkali-kali ditengah lapangan

KanalBekasi.com – Seorang guru menempeleng siswanya beredar di media sosial. Dari video berdurasi 14 detik, lokasinya di SMAN 12 Bekasi, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kranji, Bekasi Barat.

Terlihat seorang guru dengan nada tinggi memarahi siswa ditengah lapangan sekolah sambil menempeleng wajah seorang siswanya berkali-kali. Tindakan ini dipicu lantaran siswa tersebut tidak mengenakan atribut sekolah lengkap.

Muat Lebih

Meski telah dilerai oleh guru lain, dalam tayangan video tersebut, IM, guru mata pelajaran geografi ini, terlihat geram dan menghampiri siswanya sambil terus memukulinya.

Wakil Kepala SMAN 12 Bekasi, Bidang Sarana dan Prasarana, Ade Saeful Bahri membenarkan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru di sekolahnya, pada Selasa (11/2) kemarin.

Dia menceritakan, awalnya ada sekitar seratus orang siswa dan siswi terlambat masuk sekolah. Mereka lantas dikumpulkan di tengah lapangan untuk dilakukan pemeriksaan kerapian pakaian dan kelengkapan atribut sekolah. Pemeriksaan kerapian dan atribut sekolah, merupakan SOP yang tertuang didalam aturan sekolah.

“Ada sekitar seratus orang murid yang saat kejadian datang terlambat. Kemudian, mereka dilakukan pemeriksaan kerapian dan kelengkapan atribut sekolah,” jelas Ade ketika dihubungi www.kanalbekasi.com, Rabu (12/2).

Baca Juga: UNBK Hari Pertama SMAN 12 Bekasi Berjalan Lancar

Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan kerapian dan kelengkapan sekolah, diketahui terdapat lima orang siswa melanggar aturan sekolah.

“Dari seratus orang yang terlambat ada lima orang siswa yang tidak mengenakan atribut lengkap, seperti tidak mengenakan ikat pinggang, topi, bad sekolah dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Siswa SMK di Bekasi Terancam 5 Tahun Bui

Kelima orang siswa yang kedapatan tidak mengenakan atribut sekolah lengkap, kemudian mendapat hukuman.

Namun demikian, tindakan yang dilakukan oleh oknum Wakasek Bidang Kesiswaan tersebut, seharusnya tidak dengan cara kekerasan.

“Memang untuk mendisplinkan anak didik, kita punya aturan yang harus dipatuhi. Tetapi jika ada anak yang melanggar aturan sekolah sanksinya bukan dengan cara kekerasan. Biasanya mereka kita suruh menghapal ayat al-quran atau membuat tugas,” tuturnya.

Pihak sekolah menurut Ade sangat terpukul dan menyayangkan atas kejadian ini. Apalagi, video kekerasan yang dilakukan guru SMAN 12 Bekasi telah viral.

“Jujur saja, kami dari pihak sekolah sangat terpukul atas kejadian ini. Apalagi videonya sudah sampai viral. Saya berharap tidak ada lagi kejadian serupa di sekolah kami, dan ini menjadi pelajaran berarti buat kami sebagai guru,” tandas Ade.(sgr)

Pos terkait