Kanwil DJP II Diuji Kumpulkan Pajak Rp48,09 Triliun

  • Whatsapp
Foto: Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Dwi Amiarsih, saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Media Gathering di Secret Garden Resto & Cafe, Jalan Caman V, Jatibening, Pondokgede, Senin (17/2).

KanalBekasi.com – Setelah dianggap mampu mengumpulkan target penerimaan pajak sebesar Rp 38,74 triliun, di tahun 2019. Kini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat II, kembali diuji kemampuannya untuk dapat mengumpulkan penerimaan pajak hingga sebesar Rp 48,09 triliun, pada tahun 2020.

Menurut Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Dwi Amiarsih Dwi Amiarsih, pihaknya optimis mampu mencapai target penerimaan pajak pada tahun ini melalui strategi yang terstruktur dan terukur, yaitu dengan memperluas basis pemajakan dan mendorong peningkatan perekonomian. Perluasan basis pemajakan tersebut, dilakukan dengan intensifikasi secara konprehensif dan terstandarisasi serta ekstensifikasi berbasis data kewilayahan.

Muat Lebih

“Melalui strategi perluasan basis pemajakan diharapkan target penerimaan pajak khususnya yang diemban Kanwil DJP Jawa Barat II dapat tercapai seratus persen,” katannya saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan diskusi panel bersama awak media di Secret Garden Resto & Cafe, Jalan Caman V, Jatibening, Pondokgede, Senin (17/2).

Baca Juga: Kanwil DJP Jawa Barat II Raih 1,03 Triliun Pajak

Dwi membeberkan, penerimaan pajak yang berhasil dikumpulkan Kanwil DJP Jawa Barat II pada tahun 2019 yakni sebesar Rp 38,74 triliun atau mencapai 84,49 persen dari target 45,59 triliun, dan mengalami pertumbuhan sebesar 5,99 persen dari penerimaan tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar penerimaan pajak berasal dari jenis pajak PPN impor yakni sebesar 23,57 persen. Sedangkan, PPN dalam negeri sebesar Rp 22,22 persen dan PPh pasal 21 sebesar 17,68 persen. Sementar itu, industri pengolahan 64,16 persen, perdagangan besar dan eceran 12,92 persen, konstruksi 4,86 persen, dan real estate 4,38 persen.

“Capaian dan pertumbuhan 84,49 persen itu lebih tinggi di banding capaian nasional yang hanya mencapai 49,49 persen, dengan pertumbuhan 1,49 persen,” sambungnya.

Disisi lain rasio kepatuhan formal Wajib Pajak dalam penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan yang disampaikan secara daring (e-filling) dikatakan Dwi, telah melebihi target yang telah ditentukan yaitu sebanyak 317.714 SPT dari target 275.649 SPT atau 137 persen.

“Namun untuk kepatuhan secara keseluruhan baik daring maupun manual masih perlu ditingkatkan karena masih dibawah rat-rata nasional dan tidak lebih baik di banding tahun sebelumnya,” katanya.(boy)

Pos terkait