Kemendikbud Minta Kegiatan Ekstrakulikuler Sekolah Perhitungkan Resiko

  • Whatsapp
Kunjungan Kemendikbud ke SMP 1 Turi terkait kegiatan ekstrakulikuler pramuka yang merenggut korban jiwa

KanalBekasi.com – Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Luddin mengunjungi SMPN 1 Turi, Kab. Sleman, Yogyakarta untuk mendapatkan informasi terkini mengenai terjadinya musibah meninggalnya beberapa siswa pada saat mengikuti kegiatan susur sungai pada Jumat sore (21/2) kemarin. Sejauh ini terdapat 9 orang siswa yang dinyatakan meninggal dunia, 7 diantaranya telah teridentifikasi.

“Pertama-tama atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya beberapa siswa,” ujar Muchlis saat melaksanakan konferensi pers bersama pihak sekolah, Sabtu (22/20)

Baca Juga: Tagana Luncurkan Program Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Selanjutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi kegiatan ekstrakulikuler di luar lingkungan sekolah agar memperhitungkan mitigasi risikonya.

“Kami akan berkoordinasi dengan Bupati dan Kwarnas (Kwartir Nasional) untuk mengevaluasi kegiatan ekstrakulikuler terutama di luar sekolah yang mitigasi risikonya harus dipertimbangkan. Mudah-mudahan kejadian ini adalah terakhir di dunia pendidikan kita, ” tambah Irjen.

Sementara itu pihak sekolah mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa siswa-siswinya. Kepala Sekolah SMPN 1 Turi, Tutik nurdiana mengatakan tak mengira kegiatan ekstrakurikuler tersebut terdapat agenda susur sungai.

“Kami atas nama sekolah mohon maaf atas terjadinya tragedi ini, yang tidak terduga dan tidak terprediksi dari awal. Kami mohon doanya agar anak-anak yang meninggal diterima disisi-Nya. Kami keluarga besar SMPN 1 Turi berharap bisa melewati ini dengan tabah,” uar Tutik

Kegiatan susur sungai Sempor di Dukuh Sempor, Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Jumat sekitar pukul 15.30 WIB diikuti 249 siswa dan 7 pembina SMPN 1 Turi yang terdiri dari 124 siswa kelas VII dan 125 siswa kelas VIII. Dari 249 siswa tersebut, 216 siswa berhasil selamat, 23 luka-luka, meninggal 9 siswa, dan 1 siswa belum ditemukan hingga saat ini. Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari kegiatan pramuka di sekolah.

Atas kejadian ini Bupati Sleman, Sri Purnomo mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan luar sekolah di seluruh jenjang pendidikan yang ada di Sleman. 

“Mulai hari ini kami minta seluruh sekolah di semua jenjang pendidikan untuk menghentikan kegiatan yang berlangsung di luar sekolah,” tegasnya. (sgr)

Pos terkait