Klinik Aborsi Ilegal Gugurkan 903 Janin, Dokter dan Bidan Jadi Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat melangsungkan pers conference klinik aborsi ilegal

KanalBekasi.com – Polda Metro Jaya masih mendalami kasus sindikat klinik aborsi ilegal di Senen, Jakarta Pusat, yang diduga membuang 903 janin. Polisi menggerebek klinik aborsi ilegal tersebut yang beralamat di Jalan Paseban Raya No.61, Paseban, Senen, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan klinik itu diketahui telah mengaborsi 903 janin selama 21 bulan klinik tersebut beroperasi.

Muat Lebih

Baca Juga: Polisi Grebek Toko Obat Ilegal, Ribuan Jenis Obat Keras Disita

Kalau (kasus klinik aborsi) biasanya kami temukan adalah di septic tank. Kami masih dalami yang bersangkutan. Modus-modus biasanya yang kami ungkap selama ini ditaruh di septic tank ya. Kami masih dalami karena belum mau bicara sampai ke sana,” terang Yusri, Sabtu, (15/20)

Kemudian Kabid Humas mengimbau masyarakat yang pernah melakukan aborsi di klinik ini segera melapor ke Polda Metro Jaya. Tindakan aborsi yang dilakukan para tersangka diduga memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan pasiennya. Dalam kasus ini, sudah ditetapkan tiga tersangka, yaitu MM alias dokter A, RM sebagai bidan, dan SI.

“Kalau yang pernah melakukan aborsi di sini, kami mengharapkan untuk melapor,” imbau Kabid Humas.

Yusri mengatakan, Polda Metro Jaya mendata bahwa klinik ini telah melakukan aborsi terhadap 903 bayi sejak 2018. Selain itu, keuntungan yang diraup dari bisnis ini mencapai Rp 5,5 miliar.

“Saya sudah sampaikan 1.632 orang pernah ditangani di sini, dengan 903 dia aborsi selama 21 bulan sejak 2018 sampai sekarang ini. Total dia terima hasil pemeriksaan kita Rp 5,5 miliar lebih,” tutup Kabid Humas.(sgr)

Pos terkait