Pinjaman Usaha Akseleran Dorong Kinerja UKM Bekasi yang Tumbuh 414 Persen

  • Whatsapp
Rimba Laut, Senio Vice President Corporate Communication Akseleran, menjabarkan Fintech Akseleran yang menjadi mitra bagi UKM

KanalBekasi.com – Startup Akseleran sebagai Fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang menyalurkan pinjaman usaha produktif bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) perkembangannya begitu pesat.

Tercatat, per akhir Desember 2019, total pinjaman usaha Akseleran di Kota dan Kabupaten Bekasi tumbuh hingga 414% dibandingkan periode yang sama di 2018, atau mencapai sekitar Rp 80 miliar.

Muat Lebih

Baca Juga: OJK: Bank Bisa Blokir Rekening Penipuan dalam 5 Hari

Senior Vice President Corporate Communication Akseleran, Rimba Laut menjelaskan bahwa pertumbuhan di Bekasi mampu mendominasi pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Adapun sepanjang tahun 2019, Kabupaten Bekasi memberikan kontribusi terbesar untuk penyaluran pinjaman usaha di Jabar sebanyak 26% atau sebesar Rp41,4 miliar dan berikutnya adalah Kota Bekasi sebanyak 23% atau sebesar Rp36,5 miliar.

“Ada ribuan bahkan puluhan ribu UKM di Bekasi dan tiap tahun terus mengalami penambahan dari sisi jumlah dan jenisnya. Kami berharap dengan kehadiran Akseleran yang memberikan kemudahan akses pinjaman usaha bagi UKM yang berbasiskan invoice financing dan pra invoice financing dapat membantu lebih banyak lagi para pelaku usaha untuk memperoleh tambahan modal sehingga perekonomian negara pun dapat tetap tumbuh positif,” ujar Rimba, Selasa (4/20)

Menurutnya, UKM merupakan salah satu lini penting dalam struktur perekonomian Tanah Air dan memiliki peran strategis untuk menggerakkan roda ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah pelaku UKM di negeri ini mencapai 59,2 juta dengan 3,79 juta di antaranya sudah memanfaatkan platform online dalam produk mereka, termasuk menggunakan Akseleran.

“Khusus Jabar, wilayah lain yang masuk Top 5 setelah Bekasi dalam penyaluran pinjaman usaha Akseleran adalah Kota Depok sebesar Rp31,5 miliar (20%), Kabupaten Bandung Rp26,5 miliar (17%), dan Kabupaten Sukabumi Rp5 miliar (3%). Untuk Jabar sendiri, Akseleran berhasil menyalurkan pinjaman usaha sebesar Rp160 miliar di 2019 dan menjadi provinsi kedua terbesar secara nasional atau memberikan kontribusi sebanyak 17% setelah DKI Jakarta (44%) dan yang ketiga adalah Banten (6%),” ungkapnya.

Akseleran, sambung Rimba, sebagai Fintech P2P Lending yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini menyalurkan pinjaman usaha kepada UKM berbasiskan invoice financing dan pra invoice financing dengan minimal sebesar Rp200 juta hingga Rp2 miliar. 

“Syaratnya, antara lain usahanya sudah berjalan minimal satu tahun, menyediakan laporan keuangan dan rekening koran. Selebihnya para pelaku usaha dapat mengakses Akseleran dari website www.akseleran.co.id atau dari Aplikasi Google Play Store untuk perangkat Android maupun Apple App Store untuk perangkat iOS,” pungkas Rimba.(sgr)

Pos terkait