Warga Kayuringin Jaya Minta Normalisasi Kali Jati di Reses Yogi Kurniawan

  • Whatsapp
Foto: Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Yogi Kurniawan

KanalBekasi.com –  Warga meminta dilakukan normalisasi Kali Jati di Kelurahan Kayuringin Jaya. Hal itu terungkap dalam kegiatan reses anggota Komisi 1, DPRD Kota Bekasi, Yogi Kurniawan, di RT 01 RW 12, Kalurahan Kayuringin Jaya, Sabtu (29/2).

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kayuringin Jaya, Isdianto mendesak, agar pengerukan Kali Jati segera dikerjakan dan menjadi prioritas program kerja Pemerintah Kota Bekasi tahun ini. Pasalnya usulan warga tersebut sudah disampaikan pada periode kepemimpinan daerah sebelumnya, namun hingga musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kota justru tidak ada.

Karena itu warga sangat berharap, melalui kegiatan reses ini, anggota DPRD Kota Bekasi, Yogi Kurniawan, mampu memperjuangkan aspirasi warganya khususnya di Dapil Bekasi Selatan.

“Kita minta agar Pak Dewan mampu mendorong penanganan normalisasi Kali Jati, dekat Kelurahan Kayuringin Jaya. Kemarin saja seperti banjir awal tahun Januari dan Februari tanggal 25 kemarin banjirnya cukup parah,” kata Isdianto saat sesi tanya jawab, kegiatan reses I tahun 2020, anggota DPRD Kota Bekasi, Daerah pemilihan 1 Bekasi Selatan – Bekasi Timur, Yogi Kurniawan, Sabtu (29/2).

Foto: Anggota DPRD Kota Bekasi, Yogi Kurniawan bersama Sekretaris Kelurahan Kayuringin Jaya, Babinsa, pengurus wilayah, usai menggelar kegiatan reses I tahun 2020 di RT 01 RW 12, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Sabtu (29/2).

Dia menambahkan, kegiatan normalisasi Kali Jati itu minimal dikeruk hingga 4 meter, mengingat kondisi kedalaman Kali Jati, saat ini hanya sekitar 3 meter.

“Banjir kemarin, kita akui karena intensitas hujan cukup tinggi sehingga debut air meningkat. Diperparah lagi kondisi kali jati itu belum dilakukan normalisasi,” lanjut Isdianto.

Senada dikeluhkan warga Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK) RW 21, Irfangi, bahwa banjir yang terjadi belakangan ini menyebabkan wilayah tempat tinggalnya paling parah terendam. Proyek pembangunan tol becakayu dan kereta cepat, disebut juga sebagai penyebab lain terjadinya banjir.

“Kita mungkin wilayah yang cukup parah. Karena dampak dari pengerjaan proyek disekitar Kalimalang sehingga berimbas dipemukiman kita,” timpal Irfangi dalam sesi tanya jawab.

Menanggapi keluhan warga, anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Yogi Kurniawan menjelaskan, bahwa banjir yang terjadi beberapa bulan terakhir ini karena cuaca cukup ekstrim.

“Saya tinggal di Kampung 200, Margajaya disana ketika banjir saya tanya kenapa ini bisa terjadi. Saya tanya salurannya bagus tidak? ternyata salurannya bagus,” kata Yogi.

Meski begitu menurut anggota Fraksi Partai Golkar ini, bahwa ada persoalan lain yang harus ditingkatkan kembali yakni budaya tidak membuang sampah sembarangan.

Sebab, banyaknya sampah yang dibuang kedalam kali dapat menghambat aliran air Kali Jati, sehingga menimbulkan dampak banjir disejumlah wilayah kayuringin.

“Budaya kerja bakti harus digalakkan lagi. Karena ini persoalan bersama dan harus serius melakukannya,” tegas Yogi.

Yogi berjanji akan mengawal dan memperjuangkan seluruh usulan warga Kayuringin Jaya, agar direalisasikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Doakan saya bapak ibu, kita tetap akan kita kawal setiap usulan yang disampaikan hari ini,” tandasnya.(sgr)

Pos terkait