IDI Tegaskan Tak Ada Rencana Tenaga Medis Mogok Massal

  • Whatsapp
Ilustrasi: Poto tenaga medis

KanalBekasi.comm- Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membantah isu adanya rencana Tenaga Medis di Indonesia melakukan mogok massal. IDI melayangkan surat klarifikasi ke Dewan Pers mengingat sebelumnya ramai di media dan masyarakat tentang pemberitaaan akan mogok massal para Dokter dan perawat.

Surat IDI bernomor: 02855/PB/A.3/03/2020 dikeluarkan bersama oleh organisasi profesi diantaranya IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), IAI (Ikatan Apoteker Indonesia), dan Ikatan Bidan Indonesia. Surat tersebut juga ditandatangani Ketua IDI Daeng M Faqih

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Dokter Ungkap Penyebab Banyaknya Anggota KPPS Meninggal Dunia

Dalam surat yang dikeluarkan tanggal 28 Maret 2020 IDI ingin mengklarifikasi berita yang beredar diantaranya:

  1. Tidak ada ancaman mogok oleh petugas atau tenaga medis
  2. Petugas Kesehatan tetap bersama rakyat untuk menolong dan merawat warga yang sakit karena Virus Covid-19
  3. Mendorong semua pihak untuk bekerja keras dalam menangani Covid-19 termasuk membentuk penyediaan APD yang memadai bagi tenaga medis
  4. Menghimbau petugas kesehatan untuk lebih berhati-hati dan memastikan mematuhi SOP dalam melakukan perawatan Covid-19

Sebelumnya Kelangkaan APD membuat para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 terancam terinfeksi virus corona. Para tenaga kesehatan ini bahkan mengancam, jika tak dilengkapi alat pelindung diri atau APD dalam penanganan pasien corona, mereka lebih baik tidak bekerja.

 

Pernyataan Ikatan Dokter Indonesia Pusat

Karena hal ini, lima organisasi profesi kesehatan mulai dari IDI, PDGI, PPNI dan IAI membuat pernyataan untuk tidak menangani pasien COVID-19 jika mereka tidak dilengkapi APD. Mereka meminta pemerintah segera memberi jaminan APD.(sgr)

Pos terkait