Kapolri Ancam Copot Anggota yang Terlibat Pungli Rekrutmen Polri

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Kepolisian Republik Indonesia membuka penerimaan calon anggota polri mulai dari Akpol, SIPPS, Bintara, dan Tamtama. Pendaftaran telah berlangsung sejak 7 hingga 23 Maret 2020.

Kapolri Jenderal Idham Azis dalam siaran persnya meminta pihak internal (panitia) dan eksternal bersama-sama mewujudkan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (Betah) untuk melahirkan polisi yang berkualitas.

Baca Juga: Di Ground Breaking Mapolres Bekasi Kota, Gatot: Polisi Tak Boleh Cari-cari Kesalahan

Yang paling penting tidak ada rekrutmen bayar-bayar. Kalau sampai ada, akan saya copot anggota-anggota panitia tersebut,” tegas Idham Azis i Pusdikmin Lemdiklat Polri, Jalan Gedebage, Kota Bandung, Rabu (11/3)

Kapolri menjelaskan, prinsip ‘Betah’ dalam penerimaan calon anggota polisi harus diterapkan. Hal itu, kata Idham, agar Polri bisa memiliki anggota berkualitas bagus, sehingga cita-cita membangun SDM yang unggul bisa segera tercipta.

“Harapannya kepada rekan-rekan tidak muncul lagi suara-suara sumbang mengenai rekrutmen dan mutasi. Terkadang ada kebijakan yang diambil sedikit revolusioner untuk kepentingan organisasi,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam membangun SDM yang berkualitas harus tetap berada pada tataran on the track tulus, dan ikhlas.

Institusi Polri, menurut Idham, harus memberi reward kepada anggota yang mengalami cacat fisik saat menjalankan tugas negara dan masih berkomitmen pada tugas dan tanggung jawabnya.

“Kadang berbuat baik sebagai polisi, masyarakat belum tentu menilai baik pada diri kita. Kita tidak bisa memilih tugas kemanapun harus siap mau ke Aceh dan Poso harus selalu siap karena kita anggota Polri,’’ tutur dia.

Kapolri mencontohkan anggotanya yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, seperti anggota Bhabinkamtibmas menolong orang di Jagakarsa dan seorang Bintara di Polres Sukabumi Kota memimpin shalat berjamaah dengan para tahanan.

“Kita kasih reward dipanggil dan akan diberi hadiah umroh serta reward mengikuti pendidikan PAG bagi personel tersebut yang sudah berpangkat Aiptu. Kita harus memberikan reward kepada mereka yang bekerja melebihi panggilan tugasnya, biar ada motivasi bagi personel yang lain,” tukasnya.(sgr)

Pos terkait