Kegiatan Keagamaan juga Ditindak Tegas Polisi Bila Kumpulkan Banyak Massa

  • Whatsapp
Kapolri Idham Aziz mengeluarkan maklumat dalam jpaya mendukung pemerintah melawan pandemi Covid-19

KanalBekasi.com – Kepolisian Republik Indonesia akan mendukung upaya pemerintah dalam menghentikan pandemi Covid-19 yang banyak memakan korban. Untuk itu Polri akan menindak tegas kegiatan yang mengumpulkan massa yang rawan penyebaran virus tersebut.

Kapolri Jenderal Idham Azis memastikan Kepolisian akan menindak seluruh kegiatan masyarakat yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah besar. Tindakan ini juga berlaku bagi anggota Polri yang mengadakan kegiatan yang memungkinkan terjadinya pengumpulan massa. Hal itu tertuang dalam Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Muat Lebih

Baca Juga: Dampak Covid-19: Pemkot Tutup Tempat Hiburan dan Minta Warga Tunda Hajatan

Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan Kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” demikian pernyataan Kapolri seperti tercantum dalam maklumat.

Adapun tindakan pengumpulan massa itu terdiri atas lima hal. Pertama, pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis. Kedua, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga. Ketiga, kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan. Keempat, unjuk rasa, pawai dan karnaval. Terakhir, kegiatan lain yang menjadikan berkumpulnya massa.

Dalam maklumat tersebut, Kapolri juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Kapolri juga mengimbau agar masyarakat tidak membeli atau menimbun barang kebutuhan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan. Serta, tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.(sgr)

Pos terkait