KPK: Pelaku Korupsi Dana Bantuan Corona Diancam Hukuman Mati

  • Whatsapp
Ilustrasi: Gedung KPK

KanalBekasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjerat hukuman mati bagi oknum yang melakukan tindak pidana korupsi di tengah pandemi virus Covid-19 di Indonesia.

Ketua KPK Firli Bahuri, mengatakan pejabat publik yang terindikasi melakukan korupsi dalam kondisi darurat nasional, adalah orang yang tak punya empati dan pidana mati adalah hukuman yang tepat bagi para koruptor.

Muat Lebih

Baca Juga: KPK Bidik Penerima Dana Bansos Tak Tepat Sasaran

Apalagi saat sekarang kita sedang menghadapi wabah corona. Masak sih ada oknum yang masih melakukan korupsi, karena tidak memiliki empati kepada NKRI,” jelas Firli melalui keterangan persnya, Minggu (22/3)

Mantan Kabaharkam Polri itu mengatakan, KPK akan terus mengawasi tindak pidana korupsi selama situasi pandemi virus corona Covid-19. Ia memastikan segenap unsur di tubuh lembaga antirasuah tersebut masih terus bekerja.

“Ingat, korupsi pada saat bencana ancaman hukumannya pidana mati,” tandasnya.

Ia menegaskan semua pihak saat ini fokus kepada penanganan corona virus dan KPK pun memberikan perhatian dengan melakukan pengawasan atas kegiatan tersebut.

Firli berharap kondisi darurat nasional semacam ini dapat segera teratasi. Kendati dalam situasi seperti ini, KPK tetap menggelorakan semangat antikorupsi dalam kondisi saat ini.

“Semoga semuanya bisa cepat tertangani. Walaupun suasana penuh keprihatinan, tapi kami tetap semangat dalam upaya pemberantasan korupsi, membangun dan menggelorakan semangat budaya antikorupsi,” tukasnya.(sgr)

Pos terkait