Corona Berdampak 1,5 Juta Karyawan Kena PHK dan 51 Ribu Perusahaan Tutup

  • Whatsapp
Ilustrasi

KanalBekasi.com – Berbagai program kebijakan dilakukan pemerintah dalam menghadapi pamdemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda. Sektor pekerja infomal disebut-sebut paling merasakan dampaknya. Meski demikian, ditengarai dampak bagi pekerja formal pun sudah terlihat

Pandemi corona setidaknya berdampak pada melemahnya perekonomian. Sekitar 1.506.713 pekerja terpaksa harus dirumahkan dan diberikan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Muat Lebih

Baca Juga: Wawali Sambangi Pasar Kranji, Cek Transaksi Online Pedagang

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah dalam keterangan persnya mengatakan di sektor formal ada 51.565 perusahan yang merumahkan dan menempuh kebijakan PHK terhadap karyawannya.

Sementara jumlah tenaga kerja yang terkena dampak pandemi corona di sektor formal sebanyak 1.240.832 orang. Rinciannya, yang dirumahkan sebanyak 1.080.765 pekerja/buruh dari 27.340 perusahaan.

“karyawan yang harus terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mencapai 160.067 pekerja/buruh dari 24.225 perusahaan,” kata Ida, Sabtu (11/4)

Adapun jumlah perusahaan dan tenaga kerja terdampak di sektor informal sebanyak 30.466 perusahaan dan jumlah pekerjanya sebanyak 265.881 orang.

Jadi, sambung Ida, total jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan memberlakukan PHK sebanyak 82.031 perusahaan dengan jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja sebanyak 1.506.713 orang,

Menaker juga mengimbau seluruh perusahaan atau dunia usaha agar menjadikan kebijakan PHK sebagai langkah terakhir. Ia meminta perusahaan melakukan berbagai upaya dan langkah alternatif untuk menghindari PHK.

“Situasi dan kondisinya memang berat. Tapi inilah saatnya pemerintah, pengusaha dan pekerja bekerja sama mencari solusi untuk mengatasi dampak COVID-19,” tuturnya.(sgr)

Pos terkait