Bagai Pelampung Saat Kapal Karam

  • Whatsapp
Ilustrasi stand UMKM Kota Bekasi

KanalBekasi.com – Dua bulan sudah pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia. Bukan hanya korban nyawa dampak, paling terasa tentu saja di sektor ekonomi dimana gelombang PHK tak terelakkan.

Sektor lain yang terdampak adalah Usaha Kecil dan Menengah (UMKM). Bila digambarkan  kondisi para Pelaku UKM Kota Bekasi di saat Pandemi COVID-19. Kondisi penjualan yang sulit sudah dimulai sejak Lebaran tahun 2019 yang lalu, yang bertepatan dengan masa bayar-bayar anak sekolah dan kuliah.

Muat Lebih

Bisa dilihat dari anjloknya (baca: anjlok – tidak hanya turun) omset Toko Pusat Penjualan Produk UKM di Blu Plaza. Para Pelaku UKM yang selama ini nyaman, produksi teratur dan barang terjual teratur, mengalami kolaps, bahkan ada yang mati suri karena berhenti berproduksi.

Kelabakan sudah pasti, karena walaupun berhenti produksi karena barang menumpuk tak ada yang terjual, namun kebutuhan sehari-hari  tetap sama, tidak mengalami perubahan.Beberapa Pelaku UKM yang cerdik memanfaatkan Market Place dengan berjualan online.

Namun walaupun sudah dibantu berjualan online, penjualan memang tidak bisa pulih seperti sebelumnya. Beberapa Pelaku UKM berinovasi dengan membuat produk alternatif, kadang beda jauh dengan produk aslinya, bukan hanya  untuk menjaga supaya penjualan tetap stabil, namun ini sudah merupakan usaha penyelamatan agar dapur tetap ngebul.

Dalam keadaan seperti itu kondisi makin parah dengan datangnya wabah Corona, Pandemi  COVID-19. Aturan Physical Distancing yang melarang orang-orang saling berdekatan, ditambah dengan bom berupa aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang melarang orang bepergian, bahkan dipaksa agar berada di rumah saja.Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, itulah keadaan para Pelaku UKM Kota Bekasi saat ini.

Mengapa saya menulis BAGAI PELAMPUNG DI SAAT KAPAL KARAM?

Karena memang para Pelaku UKM bagai ditolong pada saat hampir tenggelam. Adanya Bantuan Sosial (Bansos) baik dari pusat, provinsi maupun Pemerintah Kota Bekasi membantu kondisi masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

Dan yang istimewa, Pemkot Bekasi melibatkan para Pelaku UKM dalam pengadaan Bansos yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Masker yang menjadi aksesori wajib pakai pada saat ini, sempat menjadi barang buruan karena harganya mendadak meroket tak terjangkau.

Nah, Pemkot Bekasi memberdayakan para Pelaku UKM untuk pengadaan masker.  Juga minuman kesehatan berbahan dasar jahe dan beberapa bahan lainnya seperti madu, lemon dan kunyit.

Maka dinamika UKM Kota Bekasi bergairah lagi.   Yang biasanya melupakan mesin jahit miliknya berdebu di sudut ruangan, setiap hari berjam-jam menjahit masker, masker dan masker….    Yang biasanya asyik dengan produk utamanya yang bergengsi, kini sibuk di dapur berpeluh-peluh memasak sari parutan jahe sampai menjadi bubuk.

Ruang kantor KOMBAS yang merupakan penerima produk UKM untuk keperluan Bansos menjelma jadi gudang darurat.   Ketua KOMBAS yang bertubuh montok jadi tak terlihat karena tertutup tumpukan karung-karung dan dus-dus yang memenuhi seluruh ruangannya.

Kami pelaku UKM yang tergabung jadi tenant Toko UKM Blu Plaza, mengucapkan beribu-ribu terimakasih.   Karena semua ini berhubungan dengan bertambah panjangnya daya tahan kami di masa sulit ini.

Inilah arti judul tulisan ini, BAGAI PELAMPUNG DI SAAT KAPAL KARAM. Proyek masker dan ramuan rempah yang kami kerjakan sungguh memperpanjang nafas kami para Pelaku UKM Kota Bekasi. Sebagai  Pelaku UKM kami sangat bangga dan bahagia telah dilibatkan dalam proyek sosial ini. Selain itu, Proyek ini memulihkan semangat kami untuk terus berjuang mempertahankan eksistensi kami sebagai Pelaku UKM.

Yang jauh lebih terasa istimewa adalah, di masa penuh kesulitan ini bersamaan dengan datangnya Ramadhan,bulan suci penuh rahmat, kami jadi merasa lebih mampu mensyukuri nikmat, karena kami masih diijinkan mendapatkan rizki bisa menjalankan usaha, memperpanjang daya tahan kami sebagai pengusaha, sementara di luar sana banyak pengusaha yang menutup permanen usahanya.

Bekasi, 29 April 2020

Anggorokasih W.

Pos terkait