DKPP Copot Ketua dan Kordiv Pengawasan Bawaslu Kota Bekasi

  • Whatsapp
Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tomy Suswanto

KanalBekasi.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akhirnya menjatuhkan sanksi pemberhentian dari jabatan kepada Ketua Bawaslu Kota Bekasi Tomy Suswanto dan Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Bekasi Ali Mahyail.

Ketua DKPP Muhammad membacakan sidang perkara Nomor 22-PKE-DKPP/II/2020. DKPP menilai terbitnya surat rekomendasi Bawaslu Kota Bekasi Nomor 063/k.Bawaslu.JB.21PM.00.02/IV/2019 pada 29 April 2019 yang mengakomodasi dua versi kepengurusan DPC Partai Gerindra tanpa melalui mekanisme pleno tidak dibenarkan secara hukum dan etika.

Muat Lebih

Baca Juga: Tomy Tepis Anggapan Bawaslu “Masuk Angin”

Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan ketua kepada teradu I Tomy Suswanto sebagai ketua merangkap anggota Bawaslu Kota Bekasi terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata Muhammad, Rabu (6/5)

Sementara itu Anggota DKPP Didik Supriyanto dalam sidang mengatakan tindakan Ali Mahyail terbukti tidak profesional dan tidak memahami tata kerja bahwa surat rekomendasi diterbitkan melalui mekanisme forum pleno.

“Tindakan teradu II menerbitkan surat rekomendasi merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Terkait teradu I, DKPP menilai teradu I tidak segera melakukan tindakan terkait surat rekomendasi bertentangan dengan prinsip-prinsip etika penyelenggara pemilu,” kata Didik.

Majelis DKPP mengatakan Tomy hanya melakukan konfirmasi kepada Ali atas terbitnya surat rekomendasi, atas surat rekomendasi yang terlanjur diterbitkan menunjukkan ketidakcakapan dan ketidaksigapan Tomy sebagai Ketua Bawaslu Kota Bekasi.

Tindakan Tomy dan Ali terbukti melanggar Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu. Sementar itu DKPP merehabilitasi ketiga anggota Bawaslu yang lain karena dianggap tidak terlibat diantaranya Choirunisa, Novita Aulia dan Muhammad Iqbal.(sgr)

Pos terkait