Kader PDIP Kota Bekasi Tuntut Polisi Tangkap Pelaku Pembakar Bendera

  • Whatsapp
Katua Bapilu DPC PDIP Kota Bekasi Nicodemus Gojang saat memberikan keterangan terkait tuntutan massa yang meminta pelaku pembakaran bendera ditangkap

KanalBekasi.com – Ratusan massa dan pengurus DPC PDIP Kota Bekasi melakukan aksi long march menuju Mapolres Bekasi Kota untuk memprotes aksi pembakaran bendera PDIP di gedung MPR/DPR kemarin.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI berisi sejumlah ormas seperti FPI, PA 212, GNPF ulama melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU HIP Kamis, (25/2) kemarin. Dalam unjuk rasa tersebut massa menyandingkan bendera PDIP dan bendera PKI yang kemudian dilakukan aksi pembakaran

Muat Lebih

Baca Juga: DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi Komitemen Syiarkan Nilai Agama

Hal tersebut menyulut kemarahan sejumlah kader PDI di Kota Bekasi. Massa Bergerak dari kantor DPC PDIP Kota Bekasi di Jl Chairil Anwar no. 5 Bekasi Timur. Kemudian melakukan long march dengan membawa bendera partai serta menyanyikan lagu mars PDIP. Aksi tersebut dikawal langsung oleh pihak kepolisian.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Kota Bekasi Nicodemus Godjang dalam orasinya mengajak seluruh kader barisan Banteng Merah merapatkan barisan

“Kita kecam pembakar bendera, satu bendera dibakar kita kibarkan ribuan bendera,” kata Nico, di depan Mapolres Bekasi Kota, Jum’at (26/6)

Nico juga menuntut pihak kepolisian menindak tegas para pelaku pembakar bendera PDIP. Menurutnya menyandingkan bendera PDIP dengan bendera PKI juga merupakan tindakan melanggar hukum.

“Kader PDIP tidak pernah takut dengan mereka (pembakar bendera) tapi kita menghargai hukum dan meminta polisi menindak tegas pelaku,” jelas Nico

Massa yang seluruhnya kader dan pengurus  PDIP Kota Bekasi juga menuntut polisi menindak setiap aksi-aksi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Serta memproses secara hukum pelaku pembakaran bendera karena hal tersebut bisa memicu disintegrasi bangsa.

Berikut pernyataan sikapnya

Indonesia adalah negara yang dibangun atas permufakatan bersa’ma seluruh komponen bangsa menjadi sebuah negara mdonesia Merdeka. Taman sari nya Indonesia terletak dari kebhinekaan budaya luhur dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Segala dinamika dalam membangun peradaban dalam Indonesia Merdeka memang diperlukan. Nan kemerdekaan yang seharusnya diisi membangun peradaban manusia merdeka, belakangan ini diwar dengan aksi-aksi yang merusak sendi-sendi berbangsa. Terutama pada tanggal 24 Juni 2020 telah terjadi pembakaran bendera PDI PERJUANGAN oleh sejumlah massa aksi di depan gedung DPR RI. 

Maka pada hari ini Jum’at, 26 Juni 2020, kami seluruh Pengurus Partai, Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan yang tergabung dalam PDI PERJUANGAN KOTA BEKASI yang terdiri dari perwakilan Pengurus Partai, Kader dan Simpatisan dalam suasana Pandemi Covid-19 menyampaikan sikap tega bahwa : 

  1. Pembakaran bendera PDI Perjuangan merupakan bentuk anarkisme sekompok masyarakat yang tidak dibenarkan. 
  2. Mendorong jajaran Kepolisian Negara untuk melakukan pengusutan dan penangkapan terhadap pelaku pembakaran dan dalang pembakaran bendera. 
  3. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama sama melawan bentuk anarkisme dari kelompok pemecah belah bangsa. 
  4. Sesuai dengan perintah harian ibu Ketua Umum yang dikeluarkan pada Kamis, 25 Juni 2020 bahwa kaml akan menempuh jalur hukum, agar jangan sampai bangsa ini terpecah belah, karena kami adal; pengikut Bung Karno yang menempatkan PANCASILA sebagai SULUH perjuangan bangsa. 

 

“Sekali Merdeka Tetap Merdeka” !!! ”Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh” ! !! “Bendera selalu berdiri tegak Ill Seluruh Kader PD! Perjuangan siap siaga menjaganyalll .(den)

 

Pos terkait