127 Pelaku Industri Pariwisata di Kota Bekasi Belum Jalankan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat melakukan monitoring normal baru

KanalBekasi.com – Industri Pariwisata mulai dibuka seiring penerapan normal baru di Kota Bekasi. Namun Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi tetap melakukan giat monitoring, kontrol dan sosialisasi kepada setiap pelaku usaha, tempat hiburan dan usaha jasa kepariwisataan lainnya.

Berdasarkan surat Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 556/Kep.337-Disparbud/V/2020 Tentang Petunjuk Teknis Tatanan Hidup Baru Pada Kegiatan Tempat Hiburan dan Usaha Jasa Kepariwisataan Lainnya Pasca Pencegahaan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Bekasi. 

Muat Lebih

Baca Juga: Masih Zona Kuning, Kota Bekasi Belum Akan Terapkan Normal Baru

Tempat hiburan dan pelaku usaha jasa kepariwisataan diizinkan membuka operasionalnya namun dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan seperti menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak aman dan social distancing.

Dengan mengacu pada Kepwal tersebut Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan giat sosialisasi dan monitoring di sejumlah tempat diantaranya rumah makan/restoran, hotel, tempat permainan anak, karaoke, spa/refleksi, fitnes, salon.

Dalam evaluasi didapatkan data hasil dari monitoring dari tanggal 18 s/d 26 Juni terhadap 505 pelaku usaha dinyatakan sebanyak 127 atau 25,14% pelaku usaha belum menjalankan protokol kesehatan dan didominasi dari tempat makan/restoran.

Dalam hal ini langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi adalah dengan menghimbau dan memberikan peringatan secara tertulis, namun apabila masih belum mengindahkan dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh Pemerintah maka tindakan selanjutnya ada penyegelan tempat usaha tersebut.

Dengan begitu Pemerintah Kota Bekasi berharap kepada seluruh masyarakat dalam masa adaptasi Tatanan Hidup Baru (New Normal) ini dapat disiplin dan selalu mengikuti SOP Protokol Kesehatan guna memutus rantai penyebaran Covid 19.(adv/hms)

 

Pos terkait