Penderita Penyakit Tidak Menular Rawan Terpapar Corona

  • Whatsapp
Ilustrasi Covid-19

KanalBekasi.com – Penyakit COVID-19 dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Namun, COVID-19 diketahui lebih berisiko menyerang orang-orang dengan kondisi medis tertentu. COVID-19 juga cenderung dapat menimbulkan komplikasi dan gejala yang lebih berat.

Salah seorang Dokter dari salah satu Rumah Sakit di Jakarta, Dokter Kiki Dwi Muljanti mengatakan tidak semua orang yang terinfeksi virus Corona akan mengalami gejala COVID-19 yang parah berupa sesak napas, nyeri dada, dan demam tinggi. 

Muat Lebih

Baca Juga: Pasien TBC Mudah Terinfeksi Corona

Ada sebagian penderita COVID-19 yang hanya mengalami gejala ringan seperti flu. Bahkan, ada juga yang tidak mengalami gejala sama sekali walau sudah positif terinfeksi virus Corona,” kata Kiki, Minggu (12/7)

Ia menjelaskan Persentase angka kematian akibat COVID-19 di kelompok usia di bawah 50 tahun tergolong rendah. Berdasarkan informasi dari WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gejala berat dan komplikasi serius akibat COVID-19 lebih sering dialami oleh orang lanjut usia dan orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya orang yang menderita penyakit tidak menular (PTM) kronis.

Ada beberapa hal mengapa golongan PTM tersebut mudah terinfeksi Infeksi COVID-19. Penyakit tidak menular menurutnya kebanyakan bersifat kronis, yaitu terjadi secara perlahan dan bisa menetap dalam jangka waktu yang lama. Penyakit tersebut diantaranya diabetes, hipertensi, kanker, outoimun dan sebagainya. Selain berlangsung lama, penyakit kronis juga dapat menyebabkan kondisi kesehatan penderitanya menurun secara bertahap, sehingga rentan terkena infeksi.

Jadi pastinya akan mempengaruhi daya tahan tubuh mereka, karena penyakit tersebut biasanya sudah lama,” imbuhnya

Menurut beberapa studi, orang yang terinfeksi virus Corona dan menderita penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gejala berat yang fatal, seperti halnya pada lansia.

Hal ini dikarenakan penyakit kronis menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderitanya melemah dan lebih sulit melawan infeksi. Akibatnya, tubuh penderita penyakit kronis akan lebih mudah terserang penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh infeksi virus Corona.

Selain itu, penderita penyakit kronis juga kebanyakan sudah mengalami kerusakan organ. Ketika terserang virus Corona, kerusakan organ tersebut bisa menjadi semakin parah, sehingga gejala COVID-19 yang muncul juga bisa lebih berat.

“Makanya Penderita penyakit tidak menular di atas disarankan untuk menerapkan social distancing, yang kini disebut juga physical distancing, guna mengurangi risiko terkena COVID-19. Jika harus keluar rumah, batasi jarak dengan orang lain minimal 1,5–2 meter dan hindari kerumunan atau tempat-tempat yang ramai,” jelasnya

Selain itu, penderita penyakit kronis juga perlu rutin mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter agar penyakitnya dapat terkontrol. Selama masa sulit ini, penderita PTM perlu tetap menjalani pola hidup sehat untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. 

“Pastinya harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin mencuci tangan, mengurangi stres, rutin berolahraga di rumah, dan menjauhi asap rokok,” tutup Kiki.(sgr)

Pos terkait