Ini Alasan Pemkot Bekasi Tak Menerapkan PSBB Seperti DKI Jakarta

  • Whatsapp
Poto: Salah satu titik check point PSBB di Kota Bekasi

KanalBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang telah diputuskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta..

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan hal tersebut usai evaluasi bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pagi tadi.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Pemkot Hentikan Pengawasan 14 Titik Check Point PSBB

Walikota mengatakan Pemkot Bekasi akan meneruskan kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB). Dengan kebijakan tersebut diharapkan masyarakat tetap produktif namun aman dari penyebaran Covid-19. Pemkot juga terus mewaspadai penyebaran Covid-19 dari sejumlah claster.

“Kita lakukan evaluasi, dan akan membatasi aktivitas warga sampai pukul 23.00 WIB,”  Senin (14/9)

Upaya pengawasan lainnya adalah Pemkot telah membentuk RW Siaga di 56 kelurahan dari 12 kecamatan. RW siaga akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat

Pihaknya tidak memutuskan untuk melaksanakan PSBB total lantaran beberapa pertimbangan salah satunya  ekonomi. Menurutnya ekonomi masyarakat harus terus tumbuh. Bila kebijakan PSBB dilakukan kembali dikhawatirkan akan berdampak pada banyaknya pekerja disejumlah sektor yang dirumahkan.

“Yang  kita terapkan  Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) jadi roda ekonomi terus berjalan, *

Dalam aturan tersebut nantinya mengatur pembatasan jam operasional toko, mall, atau pusat kegiatan masyarakat hingga pukul 23.00 WIB.

“Artinya pukul 23.00 WIB tidak ada lagi warga yang beraktivitas di luar rumah. ATHB ini kan kita untuk menanggulangi covid, namun tidak mengganggu aktivitas kerja masyarakat sehingga roda perekonomian terus berputar,” ujar dia.

Ia menyampaikan, pihaknya terus melakukan rapid test dalam satu hari, jumlah sampel yang diambil mencapai 200 – 300 sampel . Memasuki pertengahan September ini, jumlah klaster keluarga masih menjadi perhatian, angka perhari ini mencapai 222 keluarga.

“Kami terus lakukan tracing kepada 1.295 sampel pada lokasi RW terdampak, tepat yang berada di sekitar temuan kasus baru,” pungkasnya.(sgr)

Pos terkait