Polisi Akan Tindak Penyalahgunaan Seragam Satpam yang Mirip Polisi

  • Whatsapp
Kaopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiono saat memberikan keterangan persnya

KanalBekasi.com – Seragam Satuan Pengaman (Satpam) yang baru bentuknya mirip seragam polisi. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan kapolri (Perkap) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa. Perkap ini sudah ditanda tangani oleh Jenderal Idham Azis pada 5 Agustus 2020 lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Bareskrim Polri menyatakan akan menindak tegas penyalahgunaan seragam baru satpam yang memiliki tampilan mirip seragam polisi tersebut. Siapapun yang menyalahgunakan bakal diproses sesuai undang-undang yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“Tentunya kalau masalah rawan pemalsuan, penyalahgunaan, tentunya kita proses sesuai peraturan perundangan,” kata Awi, Rabu (17/9)

Baca Juga: Sekuriti Jadi Pelajar Gadungan di Aksi Demo Kemarin Jadi Tersangka

Menurut Awi, pembuatan seragam baru satpam bukan berarti mereka bebas sebagai petugas keamanan. Langkah ini untuk memuliakan profesi satpam dan menambah pergelaran fungsi kepolisian di tengah masyarakat.

“Kita kan tahu sendiri, bukan berarti kita membuat seragam satpam terus bebas dari itu,” ucap Awi.

Awi menilai pembuatan seragam Satpam mirip Polri agar terjalin kedekatan emosional di antara Polri dan satpam. Pergantian seragam satpam tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.

Terdapat lima jenis pakaian dinas anggota satpam disertai dengan pangkatnya, yaitu pakaian dinas harian, pakaian dinas lapangan khusus, pakaian dinas lapangan satu, pakaian sipil harian, dan pakaian sipil lengkap..

Untuk diketahui, Pam Swakarsa merupakan suatu bentuk pengamanan atas kemauan masyarakat yang dibentuk Polri. Istilah ‘Swakarsa memiliki arti ‘keinginan/kemauan sendiri tanpa dorongan pihak lain’. ‘

Di bawah ini pengertian dan penjelasan Pam Swakarsa menurut Perkap Nomor 4 Tahun 2020.

Pasal 1

  1. Pengamanan Swakarsa yang selanjutnya disebut dengan Pam Swakarsa adalah suatu bentuk pengamanan atas kemauan, kesadaran, dan kepentingan masyarakat sendiri yang kemudian memperoleh pengukuhan dari Kepolisian negara Republik Indonesia.

Tujuan pembentukan Pam Swakarsa adalah untuk memenuhi rasa aman dan nyaman di lingkungan, mewujudkan kesadaran warga, dan meningkatakan pembinaan Pam Swakarsa itu sendiri. Tujuan pembentukan Pam Swakarsa tertera di Pasal 2 sebagai berikut.

Pasal 2

Pam Swakarsa bertujuan untuk:

  1. memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman di lingkungan perusahaan, kawasan dan/atau permukiman;
  2. mewujudkan kesadaran warga masyarakat di lingkungan kawasan dan/atau permukiman guna penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat; dan
  3. meningkatkan pembinaan penyelenggara dan kemampuan Pam Swakarsa dalam mengemban fungsi kepolisian terbatas di lingkungan masing-masing.

Tugas Pam Swakarsa adalah menjaga keamanan dan ketertiban. Hal ini diatur di Pasal 3. Berikut bunyi pasalnya.

Pasal 3

1.Pam Swakarsa bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya secara swakarsa guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.

Pam Swakarsa terdiri dari Satpam, Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling), dan kelompok kearifan lokal. Kelompok kearian lokal ini dirinci di Pasal 3 ayat 4.

Pasal 3

(4) Pam Swakarsa yang berasal dari pranata sosial/kearifan lokal sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dapat berupa:
a. Pecalang di Bali;
b. Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat;
c. Siswa Bhayangkara; dan
d. Mahasiswa Bhayangkara.

Pam Swakarsa dikukuhkan oleh polisi, dalam hal ini atas rekomendasi Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda dan dikukuhkan oleh Kepala Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemeliharaan Keamanan (Kakorbinmas Baharkam) Polri.(sgr)

 

Pos terkait